Kampung Zakat ke-14 Ciamis Resmi Diluncurkan di Bangunharja, Fokus Pendidikan dan Kesehatan

Berita, Daerah342 Dilihat

CIAMIS | GALUH.INFO  – Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Kementerian Agama Kabupaten Ciamis meluncurkan Kampung Zakat di Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kamis (13/8/2026).

Program bertema “Gerbang Surga” tersebut menambah daftar Kampung Zakat di Kabupaten Ciamis menjadi 14 lokasi. Pemerintah dan pengelola zakat mendorong program ini agar tidak sekadar menjalankan kegiatan seremonial, tetapi mampu mengubah potensi zakat menjadi kekuatan pemberdayaan masyarakat.

Peluncuran berlangsung di halaman Desa Bangunharja. Asisten Daerah III Setda Ciamis Wawan Ruhyat mewakili Bupati Ciamis dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Ketua BAZNAS Ciamis Lili Miftah, Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Ciamis Wahidin, Camat Cisaga Osep Hernandi, Kepala Desa Bangunharja Carikin, pengelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ), tokoh masyarakat, serta sejumlah unsur masyarakat.

Kampung Zakat Bangunharja Bidik Manfaat Nyata

Kepala Desa Bangunharja Carikin menegaskan bahwa pemerintah desa ingin mengarahkan Kampung Zakat untuk memberikan manfaat langsung kepada warga. Ia meminta pengelola tidak menjadikan peluncuran sebagai tujuan akhir program.

“Kami ingin Kampung Zakat ini benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat. Potensi zakat harus dikelola dengan baik dan diarahkan kepada kebutuhan masyarakat,” ujar Carikin.

Carikin menyebut pendidikan dan kesehatan sebagai dua sektor yang mendapat perhatian dalam pengembangan Kampung Zakat Bangunharja. Pemerintah desa bersama UPZ menyiapkan sejumlah program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

UPZ Siapkan Beasiswa untuk Mahasiswa

Dalam bidang pendidikan, UPZ Desa Bangunharja menyiapkan program beasiswa bagi mahasiswa. Pengelola berencana menjalankan program tersebut melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Program beasiswa tersebut dapat membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan pembiayaan. Pengelola zakat juga dapat mengarahkan dana kepada program yang mendorong penerima manfaat meningkatkan kapasitas dan kemandirian.

Sementara dalam bidang kesehatan, UPZ mempersiapkan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Program tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup warga Desa Bangunharja.

Kesadaran Berzakat Jadi Kunci Keberhasilan

Carikin juga mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat. Menurutnya, partisipasi warga menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan Kampung Zakat.

Pengelola juga perlu menjaga transparansi dan memastikan dana zakat sampai kepada penerima yang tepat. Pengelolaan yang terbuka dan terukur dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan program.

Kemenag Dorong Pengelolaan Zakat Sesuai Regulasi

Perwakilan Kemenag Kabupaten Ciamis, Wahidin, mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Bangunharja dan para pengelola zakat. Ia menilai pembinaan serta pengawasan perlu berjalan secara konsisten agar Kampung Zakat mampu berkembang secara tertib.

Wahidin mengingatkan pengelola agar menjalankan seluruh kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kampung Zakat harus dikelola sesuai ketentuan yang berlaku. Pembinaan, pengawasan dan pengelolaan yang baik menjadi bagian penting,” kata Wahidin.

Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi fondasi penting agar program zakat dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

BAZNAS Apresiasi Komitmen Desa Bangunharja

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Lili Miftah turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bangunharja dan para relawan yang mengambil bagian dalam pengembangan Kampung Zakat.

Kolaborasi antara pemerintah desa, BAZNAS, Kemenag, UPZ, tokoh agama, serta masyarakat menjadi kekuatan penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Pemkab Ciamis Dorong Zakat untuk Pemberdayaan

Bupati Ciamis melalui Asda III Wawan Ruhyat menilai zakat memiliki dua dimensi penting, yakni ibadah dan sosial. Karena itu, pemerintah mendorong optimalisasi potensi zakat agar dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wawan meminta masyarakat dan pengelola zakat melihat dana zakat tidak hanya sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat.

“Zakat jangan hanya dipandang sebagai bantuan konsumtif. Ke depan, zakat harus mampu menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat,” ujar Wawan Ruhyat.

Menurut Wawan, pemerintah dapat mengarahkan optimalisasi zakat untuk mendukung pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Ciamis.

Kampung Zakat Harus Ukur Dampak Program

Pemkab Ciamis mendorong pengembangan Kampung Zakat agar manfaatnya menjangkau lebih banyak desa. Namun, pemerintah juga menghadapi tantangan pada tahap pelaksanaan, terutama dalam memastikan program berjalan transparan, tepat sasaran, dan memiliki ukuran keberhasilan yang jelas.

Kampung Zakat Bangunharja perlu menunjukkan dampak program melalui indikator yang dapat masyarakat lihat. Program pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi harus mampu membantu penerima manfaat meningkatkan kualitas hidup sekaligus membangun kemandirian.

Karena itu, tema “Gerbang Surga” perlu hadir melalui program nyata, bukan sekadar slogan peluncuran. Peningkatan kesadaran masyarakat dalam berzakat, tata kelola dana yang transparan, serta ketepatan distribusi menjadi bagian penting dari keberhasilan program.

Pada akhirnya, Kampung Zakat Desa Bangunharja diharapkan mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. Penguatan pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi bukti bahwa zakat mampu berperan lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Ciamis.

fauzi

Komentar