BANDUNG, GALUH.INFO — Musim kemarau panjang mulai berdampak pada kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat. Warga di beberapa desa Kabupaten Bekasi dan Karawang harus mencari sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah sumur di rumah mereka mulai mengering.
Kondisi tersebut terlihat pada Kamis (24/9/2026). Sebagian warga memanfaatkan sumur yang masih memiliki air serta sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan, mulai dari minum hingga mandi.
Sumur Warga Mulai Mengering
Musim kemarau membuat ketersediaan air bersih semakin terbatas. Warga yang sumurnya mengering harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kondisi tersebut juga membuat aktivitas warga ikut terdampak. Air yang biasanya mudah diperoleh dari sumur rumah kini tidak selalu tersedia.
Karena itu, sebagian warga memanfaatkan sumur dan mata air yang masih memiliki persediaan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Lebih dari 1 Juta Warga Terdampak
Berdasarkan data BPBD Jawa Barat hingga 21 September 2026, kekeringan dan kesulitan air bersih telah berdampak pada 1.018.922 jiwa dari 307.295 kepala keluarga.
Dampak kekeringan juga mencakup 688 desa atau kelurahan yang tersebar di 247 kecamatan di Jawa Barat.
Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan air bersih selama musim kemarau tidak hanya terjadi pada satu wilayah. Sejumlah daerah menghadapi kondisi yang sama dengan tingkat dampak yang berbeda.
Bogor, Bekasi, Purwakarta dan Tasikmalaya Terdampak
Sejumlah wilayah tercatat mengalami dampak kekeringan yang cukup besar. Kabupaten Bogor, Bekasi, Purwakarta, dan Tasikmalaya menjadi daerah dengan jumlah warga terdampak kekeringan terbanyak di Jawa Barat berdasarkan data yang dihimpun hingga 21 September.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap distribusi air bersih menjadi semakin penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan sumber air terbatas.
Masyarakat juga perlu menggunakan persediaan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung. Dengan begitu, air yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan dasar lebih lama.
Musim kemarau panjang sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga sumber air dan lingkungan. Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat, terutama ketika sumur warga mulai mengering dan sumber air semakin terbatas.
UZI









Komentar