Keributan Suporter PSGC vs PSIS, Polisi Kerahkan 439 Personel dan Kawal Rombongan Tamu

Berita, Olahraga28 Dilihat
CIAMIS, GALUH.INFO — Pertandingan PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/10/2026) malam, diwarnai keributan suporter. Insiden dilaporkan terjadi di dalam stadion hingga sejumlah titik perjalanan rombongan suporter tim tamu saat hendak kembali ke Semarang.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, keributan bermula dari kesalahpahaman di dalam stadion. Pintu pembatas antara suporter PSIS Semarang dan pendukung PSGC dilaporkan jebol sehingga memicu ketegangan.

“Setelah pertandingan selesai, sempat terjadi kesalahpahaman yang bermula dari dalam stadion. Pintu pembatas antara suporter tamu dan suporter PSGC jebol,” kata Eko, Minggu (18/10/2026).

Menurut Eko, situasi sempat mereda setelah steward dan petugas kepolisian melakukan penanganan. Namun, ketegangan kembali muncul di depan Stadion Galuh, tepatnya di area parkir minimarket Indomaret, saat rombongan suporter PSIS hendak menaiki bus untuk pulang.

Polisi kemudian mengawal rombongan tersebut. Meski demikian, sejumlah bentrokan dan kesalahpahaman kembali terjadi di beberapa titik perjalanan, antara lain kawasan Imbanagara, Jalan RE Martadinata dekat Universitas Galuh, Kawali, dan Panawangan.

Polisi Kawal Suporter hingga Keluar Ciamis

Eko mengatakan, petugas bergerak cepat untuk mengendalikan situasi dan mencegah insiden tersebut menimbulkan korban jiwa maupun membahayakan masyarakat yang tidak terlibat.

“Di jalan sempat terjadi beberapa bentrokan akibat kesalahpahaman di sejumlah titik. Untungnya, petugas cepat bertindak dan melakukan pengawalan sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Kepolisian terus mengawal rombongan suporter PSIS hingga keluar dari wilayah Kabupaten Ciamis. Pengawalan ini bertujuan menjaga keamanan masyarakat setempat serta suporter kedua tim.

“Alhamdulillah, situasi masih bisa kita kendalikan. Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang membahayakan masyarakat, suporter PSGC, maupun suporter PSIS,” kata Eko.

Dalam pengamanan pertandingan tersebut, sebanyak 439 personel gabungan dikerahkan. Mereka berasal dari unsur Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta pemadam kebakaran (Damkar).

Insiden Jadi Bahan Evaluasi Pengamanan

Eko menyebut insiden tersebut menjadi bahan evaluasi bersama, termasuk bagi panitia pelaksana dan kelompok suporter. Evaluasi diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya.

Ia juga mengapresiasi suporter PSGC, termasuk kelompok Viking dan GCS, yang dinilai mampu menahan diri dan tidak terpancing situasi yang memanas.

“Kami berterima kasih kepada suporter PSGC yang sudah menahan diri dan tidak terpancing. Ini yang harus kita tonjolkan. Warga Ciamis cinta damai dan ingin daerah ini tetap aman serta kondusif,” ucapnya.

Selain itu, kepolisian telah menyampaikan sejumlah catatan kepada panitia pelaksana sebagai bahan perbaikan pengamanan, termasuk untuk pertandingan kandang PSGC selanjutnya.

Eko berharap pertandingan sepak bola di Stadion Galuh tetap berlangsung aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kompetisi sepak bola tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi daerah.

“Pertandingan Liga 2 di Stadion Galuh ini harus kita dukung karena bisa membantu memajukan perekonomian masyarakat. Jangan sampai kegiatan yang baik ini dinodai hal-hal yang tidak baik,” pungkasnya.

uzi

Komentar