Dari Jalur Kereta hingga Jalan Warga, Keunikan Jembatan Cirahong Dua Tingkat

Berita, Nasional111 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Jembatan Cirahong memiliki keunikan yang membuatnya berbeda dari kebanyakan jembatan lainnya di Indonesia.

Bangunan bersejarah yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya ini memiliki konstruksi bertingkat atau geladak ganda. Bagian atas digunakan sebagai jalur rel kereta api, sedangkan bagian bawah sejak lama berfungsi sebagai jalur mobilitas masyarakat.

Keunikan inilah yang menjadikan Jembatan Cirahong bukan sekadar jembatan kereta api biasa.

Bagian atas tetap menjadi jalur aktif kereta api di lintasan selatan Jawa. Sementara itu, bagian bawah menjadi akses yang menghubungkan masyarakat dari wilayah Ciamis dengan Manonjaya, Tasikmalaya.

Pernah Dilalui Berbagai Jenis Kendaraan

Dalam perjalanan sejarahnya, bagian bawah Jembatan Cirahong pernah digunakan untuk mobilitas kendaraan dan masyarakat. Kendaraan roda dua, pejalan kaki, hingga kendaraan roda empat pernah melintasi bagian bawah jembatan tersebut.

Namun, seiring bertambahnya usia konstruksi dan pertimbangan keselamatan, penggunaan jembatan mengalami perubahan.

Sejak 1 September 2021, Jembatan Cirahong ditutup untuk kendaraan roda empat. Kendaraan dari Ciamis menuju Manonjaya atau sebaliknya harus menggunakan jalur alternatif. Kebijakan tersebut berkaitan dengan kondisi dan pembatasan penggunaan jembatan bersejarah tersebut.

Kini Tetap Jadi Jalur Penting Warga

Meski kendaraan roda empat tidak lagi diperbolehkan melintas, Jembatan Cirahong tetap memiliki peran penting bagi masyarakat.

Bagian bawah masih menjadi akses bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua sesuai pengaturan yang berlaku. Keberadaan jembatan membantu warga di sekitar perbatasan Ciamis dan Tasikmalaya untuk melakukan mobilitas tanpa harus menempuh jalur memutar yang lebih jauh.

Selain sebagai jalur transportasi, Jembatan Cirahong juga menarik perhatian karena bentuk arsitektur dan nilai sejarahnya.

Banyak masyarakat mengenal Cirahong sebagai salah satu ikon sejarah daerah. Pemandangan Sungai Citanduy serta struktur baja tua membuat kawasan tersebut memiliki daya tarik tersendiri.

Dari dahulu hingga sekarang, fungsi Jembatan Cirahong memang mengalami penyesuaian. Namun, satu hal tetap sama, yakni keberadaannya sebagai penghubung dua wilayah dan saksi perjalanan panjang masyarakat Ciamis dan Tasikmalaya.

uzi GI

Komentar