King Kobra Sepanjang 3 Meter Masuk Gorong-gorong Rumah Warga di Cikoneng, Damkar Ciamis Bergerak Cepat Evakuasi

Berita, Daerah17 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Seekor ular king kobra (Ophiophagus hannah) sepanjang sekitar tiga meter menggegerkan warga Dusun Sukahurip, RT 023 RW 009, Desa Sindangsari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Sabtu (1/8/2026). Reptil berbisa itu masuk ke gorong-gorong di depan rumah warga setelah melintasi jalan yang biasa dilalui masyarakat.

Peristiwa tersebut bermula ketika sejumlah anak hendak berangkat mengaji. Mereka tiba-tiba melihat seekor ular berukuran besar melintas di jalan sebelum masuk ke dalam gorong-gorong. Temuan itu membuat anak-anak panik dan segera mencari bantuan.

Warga Langsung Hubungi Damkar Ciamis

Anak-anak kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar, termasuk Asep. Setelah memastikan keberadaan ular, Asep segera menghubungi UPTD Damkar Ciamis untuk meminta bantuan evakuasi.

Petugas Damkar langsung merespons laporan tersebut. Tim segera menuju lokasi dengan membawa peralatan khusus untuk menangani satwa liar berbahaya.

Proses Evakuasi Berlangsung Hati-hati

Setibanya di lokasi, petugas melakukan pemantauan terhadap posisi ular yang berada di dalam gorong-gorong. Tim kemudian menyusun langkah evakuasi dengan hati-hati karena king kobra merupakan salah satu ular berbisa paling mematikan di dunia.

Petugas akhirnya berhasil mengeluarkan ular dari gorong-gorong menggunakan peralatan khusus. Proses evakuasi berlangsung aman tanpa menimbulkan korban maupun insiden selama penanganan.

Damkar Imbau Warga Tidak Menangkap Ular Sendiri

Damkar Ciamis mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap atau mengusir ular berbisa secara mandiri. Tindakan tersebut sangat berisiko dan dapat membahayakan keselamatan.

Petugas meminta warga segera melaporkan keberadaan satwa liar yang masuk ke permukiman agar proses evakuasi dapat dilakukan oleh personel yang memiliki peralatan dan kemampuan penanganan.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim kemarau. Pada periode tersebut, satwa liar, termasuk ular, kerap keluar dari habitatnya untuk mencari makanan maupun tempat yang lebih sejuk sehingga berpotensi memasuki kawasan permukiman warga.

fauzi

Komentar