Kronologi Begal yang Tewaskan Mahasiswi UT Palembang, Motor Korban Raib dan Pelaku Masih Diburu

Berita, Daerah252 Dilihat

PALEMBANG, GALUH.INFO – Publik di media sosial menaruh perhatian terhadap kasus dugaan pembegalan yang menewaskan seorang wanita muda bernama Adinda Dhea Fiji Lestari (21). Korban merupakan mahasiswi Universitas Terbuka (UT) Palembang.

Adinda ditemukan meninggal dunia di area Jalan Jenderal Satibi Darwis, Kecamatan Kertapati, Palembang. Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 19 Agustus 2026, sekitar pukul 01.30 WIB.

Dalam peristiwa itu, sepeda motor yang digunakan korban juga hilang. Hingga Jumat, 21 Agustus 2026, polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu terduga pelaku.

Kapolsek Kertapati Palembang, AKP Hermansyah, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel untuk mengungkap kasus tersebut. Tim Reskrim Polsek Kertapati juga mendapat dukungan dari Satreskrim Polrestabes Palembang.

“Sekarang masih dalam penyelidikan anggota Reskrim kami, dan di-back up oleh anggota Satreskrim Polrestabes Palembang,” kata Hermansyah dikutip dalam keterangannya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Polisi Benarkan Korban Melintas Menggunakan Sepeda Motor

Hermansyah menjelaskan, penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi dan keluarga korban. Dari informasi yang mereka kumpulkan, korban diketahui melintas di lokasi kejadian menggunakan sepeda motor.

Polisi juga mencatat sepeda motor korban hilang setelah peristiwa tersebut. Karena itu, penyidik terus mengumpulkan bukti dan mendalami seluruh keterangan untuk mengungkap kronologi lengkap kasus.

“Hal ini juga kami dapat dari keterangan keluarga korban, karena saat itu korban melintas di TKP menggunakan sepeda motor, dan motornya hilang,” ungkapnya.

Menurut Hermansyah, anggota kepolisian masih bekerja di lapangan untuk mencari bukti dan informasi tambahan. Ia menyebut polisi akan menyampaikan perkembangan penyelidikan setelah tim memperoleh hasil lebih lanjut.

“Anggota masih di lapangan, terkait update peristiwa ini nanti saya beritahukan perkembangannya,” tandasnya.

Saksi Mengaku Mendengar Teriakan Perempuan dan Suara Motor Jatuh

Sebelum polisi datang ke lokasi, dua warga bernama Rizki (19) dan neneknya, Darwila (69), menemukan korban di sekitar lokasi kejadian.

Saat peristiwa berlangsung, Rizki sedang bekerja di sebuah tempat yang tidak jauh dari Jalan Jenderal Satibi Darwis. Dalam kondisi itu, ia mengaku mendengar suara seorang perempuan dan suara sepeda motor yang terjatuh.

Rizki kemudian keluar dari tempat kerjanya untuk mencari sumber suara tersebut.

“Kami ini sedang bekerja, lalu saya mendengar suara perempuan dan motor jatuh,” kata Rizki dalam keterangannya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Setelah menuju lokasi, Rizki menemukan seorang perempuan dalam kondisi telungkup di area jalan. Ia juga melihat darah di sekitar tubuh korban.

Saksi Panik dan Memanggil Warga Sekitar

Melihat kondisi tersebut, Rizki mengaku panik. Ia segera memberitahukan neneknya, Darwila, tentang temuan itu.

“Panik, Pak. Saya langsung memberitahu nenek saya,” ungkap Rizki.

Darwila kemudian mendatangi lokasi. Setelah melihat kondisi di sekitar tempat kejadian, ia mengetahui ada seorang wanita yang tergeletak di sisi lain.

“Mendapati kejadian ini, saya langsung memberitahu penjaga malam,” bebernya.

Informasi mengenai temuan korban kemudian sampai kepada aparat kepolisian. Tidak lama setelah itu, anggota Polsek Kertapati Palembang bersama tim Inafis Polrestabes Palembang mendatangi tempat kejadian perkara.

Petugas melakukan penanganan awal di lokasi sebelum membawa korban ke RS Bhayangkara Palembang.

Hingga berita ini terbit, polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang menewaskan mahasiswi UT Palembang tersebut. Tim penyidik juga terus mengumpulkan bukti dan memburu terduga pelaku yang membawa kabur sepeda motor korban.

Kasus ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan terkait kronologi lengkap pembegalan yang berujung pada kematian Adinda Dhea Fiji Lestari. Polisi pun belum mengungkap identitas terduga pelaku dan terus melanjutkan penyelidikan.

uzi

Komentar