JAKARTA GALUH.INFO – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu, 26 Agustus 2026. Informasi tersebut mencuat menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur.
Pengunduran diri itu dikaitkan dengan kesiapan Nasaruddin Umar untuk mengikuti persaingan pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Berdasarkan informasi yang diterima dalam naskah ini, surat pengunduran diri Nasaruddin Umar dikabarkan telah dikirimkan ke Istana. Informasi tersebut juga menyebut pihak Istana telah memberikan restu atas langkah tersebut.
Namun, kabar pengunduran diri dan pencalonan Nasaruddin Umar tersebut perlu menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.
Dikaitkan dengan Pemilihan Ketua Umum PBNU
Nama Nasaruddin Umar disebut masuk dalam radar calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 NU.
Pengunduran diri dari jabatan pemerintahan dikaitkan dengan aturan internal organisasi mengenai calon ketua umum yang masih memegang jabatan di pemerintahan. Karena itu, Nasaruddin Umar dikabarkan memilih melepaskan jabatan menteri untuk mempersiapkan langkah politik organisasinya di NU.
Muktamar ke-35 NU sendiri akan menjadi forum penting bagi warga Nahdlatul Ulama dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.
Profil Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1959. Ia dikenal sebagai ulama, akademisi, dan tokoh Islam yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan maupun pemerintahan.
Presiden Prabowo Subianto melantik Nasaruddin Umar sebagai Menteri Agama pada 21 Oktober 2024.
Selain menjalankan tugas sebagai Menteri Agama, Nasaruddin Umar juga tercatat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta sejak 2016. Ia juga menjabat Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Istiqlal sejak 2021.
Ulama dan Guru Besar UIN Jakarta
Nasaruddin Umar juga memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik. Ia tercatat sebagai Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta sejak 2005.
Sebelumnya, ia pernah menjadi Guru Besar Luar Biasa di Universitas Indonesia pada periode 2006 hingga 2010.
Perjalanan karier Nasaruddin Umar di pemerintahan juga cukup panjang. Ia pernah menjabat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama pada 2006–2012. Setelah itu, ia mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Agama Republik Indonesia pada 2012–2014.
Selain itu, Nasaruddin Umar tercatat aktif dalam sejumlah lembaga dan organisasi. Ia menjadi Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Indonesia (IPIM) sejak 2019.
Nasaruddin juga disebut pernah aktif sebagai anggota Kelompok Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sejak 2024 serta Anggota Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia.
Menunggu Keterangan Resmi
Kabar pengunduran diri Nasaruddin Umar kini menjadi perhatian menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang. Jika informasi tersebut terkonfirmasi secara resmi, langkah itu akan menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Nasaruddin Umar dari pemerintahan menuju kontestasi kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Publik kini menunggu penjelasan resmi dari Istana, Kementerian Agama, PBNU, maupun Nasaruddin Umar terkait kabar pengunduran diri tersebut dan kepastian pencalonannya dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.
FAUZI














Komentar