Operasi Antik Lodaya 2026, Polda Jabar Perketat Pengawasan Digital

Berita, Daerah54 Dilihat

BANDUNG, GALUH.INFO — Kepolisian Daerah Jawa Barat memperkuat strategi pemberantasan kejahatan narkotika melalui Operasi Antik Lodaya 2026. Polda Jabar tidak hanya menyasar pelaku di tingkat bawah, tetapi mendorong pengungkapan jaringan hingga pihak yang berperan sebagai pengendali utama.

Strategi tersebut menjadi salah satu fokus dalam pembukaan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Antik Lodaya 2026 di Mapolda Jabar, Bandung, Rabu (30/9/2026).

Latpraops menjadi bagian persiapan sebelum Operasi Antik Lodaya 2026 berlangsung selama 10 hari, mulai 7 hingga 16 Oktober 2026. Kegiatan tersebut juga bertujuan menyatukan persepsi dan cara bertindak seluruh personel yang terlibat.

Intelijen Jadi Dasar Penentuan Sasaran

Irwasda Polda Jabar Kombes Pol. Benny Subandi menekankan pentingnya keterpaduan antar-fungsi dalam pelaksanaan operasi.

Menurutnya, informasi intelijen menjadi fondasi dalam menentukan sasaran penindakan. Pendekatan tersebut kemudian diperkuat melalui langkah preemtif, preventif, serta pengawasan terhadap aktivitas di ruang digital.

“Penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial. Setiap pengungkapan wajib dikembangkan untuk mengetahui siapa pengendalinya, dari mana barang berasal, bagaimana jalur distribusinya, hingga siapa saja yang terlibat dalam jaringan tersebut,” tegas Kombes Benny.

Polda Jabar mengarahkan setiap pengungkapan perkara agar tidak berhenti pada pelaku yang berada di lapangan. Pengembangan perkara diarahkan untuk mengetahui struktur jaringan, sumber barang, jalur distribusi, serta pihak-pihak yang terlibat.

Pengawasan Ruang Digital Diperkuat

Perkembangan teknologi turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan Operasi Antik Lodaya 2026. Karena itu, Polda Jabar memperkuat pengawasan terhadap ruang digital sebagai bagian dari upaya penanganan peredaran gelap narkotika.

Pendekatan tersebut berjalan bersama langkah preemtif dan preventif. Polda Jabar juga menekankan pentingnya koordinasi antar-fungsi agar setiap informasi dapat ditindaklanjuti secara terukur.

Strategi dari hulu ke hilir tersebut diarahkan untuk memutus rantai risiko yang berkaitan dengan peredaran gelap narkoba di Jawa Barat.

Personel Diminta Patuhi SOP

Di tengah pelaksanaan operasi, Kombes Pol. Benny mengingatkan seluruh personel untuk tetap menjaga profesionalisme. Setiap tindakan di lapangan wajib mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dan koridor hukum yang berlaku.

Fungsi pengawasan internal juga dipastikan berjalan untuk mengantisipasi potensi penyimpangan maupun penyalahgunaan wewenang selama Operasi Antik Lodaya 2026.

Seluruh jajaran diharapkan menjalankan tugas secara adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah Jawa Barat selama operasi berlangsung.

ganjar

Komentar