Terlilit Masalah Ekonomi dan Konflik Rumah Tangga, Pedagang Cilok Coba Bunuh Diri di Jembatan Cirahong

Berita, Daerah47 Dilihat

TASIKMALAYA | GALUH.INFO Seorang pedagang cilok asal Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, nyaris mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Cirahong pada Selasa (2/6/2026) pagi.

Beruntung, warga bersama keluarga berhasil mencegah korban melakukan tindakan yang membahayakan dirinya.

Peristiwa itu sempat menggegerkan warga sekitar dan ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Sejumlah foto dan video yang beredar memperlihatkan proses penyelamatan korban di sekitar kawasan Jembatan Cirahong.

Polisi Ungkap Pemicu Aksi Nekat

Kapolsek Manonjaya AKP Soni Alamsyah mengungkapkan bahwa korban mengalami tekanan ekonomi yang cukup berat.

Kondisi tersebut memicu konflik rumah tangga yang terus berulang hingga akhirnya mendorong korban mengambil keputusan ekstrem.

Menurut keterangan keluarga, korban sehari-hari berjualan cilok di kawasan Alun-Alun Manonjaya.

Dalam beberapa waktu terakhir, korban menghadapi berbagai persoalan ekonomi yang memengaruhi kondisi psikologisnya.

“Korban mengalami tekanan hidup dan sering terlibat cekcok dengan istrinya,” ujar AKP Soni Alamsyah.

Cekcok Rumah Tangga Memicu Emosi

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, korban pulang ke rumah pada malam sebelumnya dalam kondisi mabuk. Setelah tiba di rumah, korban kembali terlibat pertengkaran dengan istrinya.

Pada Selasa pagi, emosi korban memuncak. Ia merusak sejumlah barang di rumah dan memecahkan kaca sebelum meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor.

Korban kemudian menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri hidup karena merasa tidak sanggup menghadapi beban yang sedang dialaminya.

Ibu Korban Minta Pertolongan Warga

Korban menuju Jembatan Cirahong dan berhenti di tengah jembatan. Ia duduk termenung sambil menangis.

Ibu korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengikuti dari belakang. Saat melihat anaknya berada di lokasi yang berbahaya, sang ibu meminta pertolongan warga dengan berteriak.

Warga yang berada di sekitar lokasi segera mendatangi korban. Mereka berupaya menenangkan korban dan mencegahnya melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan jiwa.

Warga Berhasil Gagalkan Percobaan Bunuh Diri

Korban sempat melakukan perlawanan saat warga mencoba mengamankannya. Namun berkat kerja sama masyarakat, korban berhasil diamankan dan dibawa kembali ke rumah.

Untuk mencegah tindakan berbahaya, warga mengikat tangan dan kaki korban menggunakan tali plastik sebelum mengevakuasinya.

Setelah menerima laporan kejadian tersebut, jajaran Polsek Manonjaya langsung mendatangi rumah korban untuk memberikan pendampingan dan pembinaan.

Polisi Berikan Pendampingan

Kapolsek Manonjaya menyebut korban mengaku sudah tidak kuat menghadapi tekanan hidup yang dirasakannya.

Petugas kemudian memberikan motivasi dan pendampingan agar korban tidak kembali melakukan tindakan serupa.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap anggota keluarga maupun lingkungan sekitar yang menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis atau depresi.

Warga Diminta Tingkatkan Kepedulian Sosial

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa masalah ekonomi dan konflik keluarga dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental seseorang.

Masyarakat perlu lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya dan segera mencari bantuan profesional apabila menemukan anggota keluarga yang mengalami tekanan mental berat.”

“Kesigapan keluarga, warga, dan kepolisian berhasil menyelamatkan nyawa korban sehingga mereka dapat mencegah terjadinya peristiwa tragis.

fauzi

Komentar