Ponpes Manba’ul Hikam Bantah Hoaks Korban Jiwa dalam Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo

Berita, Daerah309 Dilihat

SIDOARJO, GALUH.INFO — Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, memberikan klarifikasi terkait dugaan keracunan yang menimpa ratusan santri setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pihak pondok menegaskan bahwa informasi mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut tidak benar. Ponpes juga membantah tudingan yang menyebut sumber dugaan keracunan berasal dari dapur internal pondok.

Kasus dugaan keracunan ini menjadi perhatian publik setelah berbagai video evakuasi santri menuju rumah sakit beredar luas di media sosial.

Sebagian Besar Santri Sudah Kembali ke Pondok

Dugaan keracunan terjadi pada Selasa (1/9/2026) dan melibatkan sekitar 500 santri.

Para santri mendapat perawatan di delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo, yaitu RSUD Notopuro Sidoarjo, RS Siti Hajar, RSU Aisyiyah Siti Fatimah, RS Delta Surya, RS Pusura, RS Pusdik Bhayangkara Porong, RS Arafah Anwar Medika, dan RS Anwar Medika.

Pihak Ponpes Manba’ul Hikam menyampaikan bahwa para santri telah mendapatkan penanganan medis dengan baik.

“Sebagian besar dari mereka bahkan sudah kembali ke pondok pesantren dalam kondisi yang sehat dan stabil, sementara beberapa lainnya masih dalam pemantauan pemulihan akhir,” ungkap pihak Ponpes Manba’ul Hikam melalui akun Instagram @mahikasidoarjo, Rabu (2/9/2026).

Ponpes juga menegaskan bahwa kabar mengenai adanya santri yang meninggal dunia tidak benar.

“Informasi miring yang beredar di luar, adalah kabar bohong mengenai adanya korban jiwa,” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan serupa juga disampaikan Bupati Sidoarjo, Subandi, saat menjenguk para santri di rumah sakit.

“Kalau sudah sembuh, tak suruh pulangkan. Dan tidak ada bahasa yang meninggal, itu tidak ada. Semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita meninggal, itu hoax,” kata Subandi.

Ponpes Bantah Dugaan Sumber Keracunan dari Dapur Internal

Selain membantah kabar korban jiwa, Ponpes Manba’ul Hikam juga menepis tuduhan bahwa dugaan keracunan berasal dari dapur internal pondok.

Pihak pondok meminta masyarakat dan wali santri untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Terkait berbagai informasi miring yang beredar di luar, khususnya kabar bohong mengenai adanya korban jiwa atau tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok, kami pastikan bahwa berita tersebut adalah hoax sepenuhnya,” tegas pihak ponpes.

Ponpes mengimbau masyarakat agar hanya merujuk pada informasi resmi yang disampaikan pihak pengasuh pondok.

Kronologi Dugaan Keracunan MBG

Dugaan keracunan bermula setelah para santri menyantap makan siang program MBG sekitar pukul 12.00 WIB pada Selasa (1/9/2026).

Sebanyak 1.010 porsi makanan dibagikan kepada siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Manba’ul Hikam.

Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.

Sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah santri mulai mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, muntah, diare, hingga sesak napas.

Pengurus pondok kemudian membawa santri ke fasilitas kesehatan terdekat dan menghubungi ambulans untuk mempercepat penanganan medis.

Program MBG untuk Ponpes Manba’ul Hikam didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.

Hingga kini, pemerintah bersama pihak terkait masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

Sementara itu, Ponpes Manba’ul Hikam mengajak masyarakat tetap tenang dan bijak dalam menerima informasi agar tidak terpengaruh oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.

UZI GI

Komentar