Program Infak Sampah Berkah Ajak Pelajar Peduli Lingkungan dan Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

KPPLH Bumi Lestari Siapkan Program Edukasi Berbasis Sampah

Berita, Daerah21 Dilihat

KBB, GALUH.INFO – Komunitas Peduli Pendidikan Lingkungan Hidup (KPPLH) Bumi Lestari akan meluncurkan Program Infak Sampah Berkah di sejumlah sekolah di Kabupaten Bandung Barat. Program ini mengajak pelajar membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber nilai ekonomi.

Melalui program tersebut, setiap siswa akan membawa sampah yang masih dapat didaur ulang, baik dari rumah maupun dari lingkungan sekitar. Sekolah kemudian mengumpulkan dan mengelola sampah tersebut agar memiliki nilai jual.

Program Bangun Karakter Peduli Lingkungan

Ketua KPPLH Bumi Lestari, Feri Haryanto Mulyana, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah. Program juga bertujuan membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah.

Menurutnya, pelajar perlu memahami bahwa sampah tidak selalu menjadi masalah apabila masyarakat mengelolanya dengan benar.

“Program ini memiliki nilai edukasi bahwa sampah bukan musibah, melainkan berkah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila dikelola secara benar,” ujar Feri, Jumat (31/7/2026).

KPPLH Sudah Edukasi Dua Sekolah di Bandung Barat

Sebelum meluncurkan Program Infak Sampah Berkah, KPPLH Bumi Lestari telah memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah organik dan anorganik kepada pelajar.

Komunitas tersebut menggelar kegiatan di SMKN 1 Cisarua dan SMAN 1 Cililin. Dalam kegiatan itu, peserta mempelajari cara memilah sampah serta memahami manfaat ekonomi dari proses daur ulang.

Feri menjelaskan bahwa hampir setiap jenis sampah, terutama sampah plastik, memiliki nilai jual apabila masyarakat mengelolanya dengan baik.

Hasil Penjualan Sampah Dukung Kegiatan Sekolah

KPPLH Bumi Lestari mendorong sekolah memanfaatkan hasil penjualan sampah untuk berbagai kebutuhan pendidikan.

Sekolah dapat menggunakan dana tersebut sebagai kas sekolah. Sekolah juga dapat menyalurkan hasil penjualan untuk membantu siswa yang membutuhkan.

Feri menilai program ini mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus manfaat ekonomi bagi peserta didik dan sekolah.

Keberhasilan Program Bergantung pada Kolaborasi

Feri menegaskan bahwa keberhasilan Program Infak Sampah Berkah membutuhkan dukungan banyak pihak. Kepala sekolah, pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pendidikan perlu membangun kolaborasi agar program berjalan secara berkelanjutan.

Ia mengingatkan bahwa kampanye tentang pengelolaan sampah harus diikuti tindakan nyata.

“Selama ini kampanye tentang pengelolaan sampah sudah sering disampaikan. Namun apabila hanya menjadi slogan tanpa implementasi yang nyata, maka persoalan sampah tidak akan pernah terselesaikan,” tegasnya.

Program Tidak Bergantung pada Anggaran Pemerintah

Feri menjelaskan bahwa Program Infak Sampah Berkah tidak bergantung pada anggaran pemerintah. Program menghasilkan nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan para siswa.

Menurutnya, keberhasilan program lebih bergantung pada komitmen kepala sekolah, partisipasi siswa, dan dukungan pemerintah daerah.

KPPLH Bumi Lestari juga membuka peluang kerja sama dengan sekolah. Komunitas tersebut siap memberikan edukasi sekaligus membeli sampah daur ulang dengan harga yang kompetitif sehingga sekolah memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Sumbernya

Feri berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mendukung penerapan Program Infak Sampah Berkah di seluruh sekolah.

Ia menilai penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari sumbernya. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah plastik memerlukan pengelolaan yang tepat agar tidak mencemari lingkungan.

“Masalah sampah tidak akan pernah selesai apabila tidak ditangani dari hulunya. Sampah organik dapat kembali ke alam melalui proses pengomposan, sedangkan sampah plastik harus dikelola dengan baik karena berpotensi mencemari lingkungan dan berbahaya apabila dibakar,” katanya.

Feri menambahkan, KPPLH Bumi Lestari telah bergerak sebagai komunitas peduli pendidikan lingkungan hidup sejak 2013. Komunitas tersebut terus mengedukasi masyarakat, mendampingi sekolah, dan mengembangkan pengelolaan sampah secara mandiri.

Melalui Program Infak Sampah Berkah, KPPLH mendorong semakin banyak pelajar agar peduli terhadap lingkungan sekaligus memahami bahwa mereka dapat mengolah sampah menjadi sumber manfaat ekonomi secara bertanggung jawab.

Asted

Komentar