512 Santri Diduga Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Kalitengah Sidoarjo Selama 30 Hari

Berita, Nasional308 Dilihat

SIDOARJO, GALUH.INFO — Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, setelah dugaan keracunan menimpa 512 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam.

Dugaan keracunan terjadi setelah para santri menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (1/9/2026) sore hingga malam hari.

Peristiwa tersebut mengundang perhatian publik setelah sejumlah video ambulans yang menjemput para santri beredar di media sosial.

BGN kemudian mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur SPPG Kalitengah. BGN menetapkan penghentian tersebut dalam kategori suspend berat selama 30 hari.

BGN Beri Sanksi Berat kepada SPPG Kalitengah

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumeda, menjelaskan sanksi tersebut dalam keterangan pers pada Rabu (2/9/2026).

“Kami juga melakukan suspend berat, dengan kategori berat, selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Tanggulangin,” ujar Ketut Sumeda.

Selain menghentikan operasional dapur selama satu bulan, BGN juga mengusulkan pergantian kepala SPPG Kalitengah.

Ketut mengatakan BGN mengusulkan kepala SPPG tersebut dicopot dan digantikan. Namun, dalam penanganan kasus ini, pemerintah juga memprioritaskan kondisi kesehatan para santri yang menjalani perawatan.

“Kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot dan digantikan. Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit,” lanjutnya.

BGN Investigasi Penyebab Dugaan Keracunan

BGN memastikan pihaknya melakukan penyelidikan internal untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan yang menimpa para santri.

Kepala BGN Sudaryono juga telah berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk kepala daerah dan pimpinan pondok pesantren.

Selain itu, BGN melakukan investigasi bersama dinas kesehatan terkait. Pemerintah akan menggunakan hasil investigasi tersebut untuk mengetahui penyebab kejadian.

“Kemudian, kami juga melakukan tindakan-tindakan internal, pertama, investigasi dengan dinas kesehatan terkait dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan keracunan,” terang Ketut.

Langkah investigasi menjadi penting untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di SPPG Kalitengah.

512 Santri Menjadi Korban

Ketut Sumeda menyampaikan bahwa jumlah santri yang menjadi korban dugaan keracunan MBG mencapai 512 orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 80 santri masih menjalani perawatan. Sementara itu, sebanyak 312 santri tercatat telah sembuh dan keluar dari rumah sakit.

“Yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit yang dicatatkan sembuh sebanyak 312 orang,” paparnya.

Para santri sebelumnya mendapat perawatan di delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo.

Rumah sakit tersebut meliputi RSUD Notopuro Sidoarjo, RS Siti Hajar, RSU Aisyiyah Siti Fatimah, RS Delta Surya, RS Pusura, RS Pusdik Bhayangkara Porong, RS Arafah Anwar Medika, dan RS Anwar Medika.

Sebagian Besar Santri Sudah Pulang

Ponpes Manba’ul Hikam menyampaikan bahwa para santri telah mendapatkan penanganan medis dengan baik.

Sebagian besar santri yang menjalani perawatan juga sudah mendapat izin untuk kembali pulang.

Di sisi lain, BGN masih melanjutkan investigasi bersama dinas kesehatan untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan.

Sanksi terhadap SPPG Kalitengah menjadi langkah BGN dalam merespons kejadian tersebut. Penghentian operasional selama 30 hari sekaligus memberikan waktu untuk melakukan evaluasi dan penyelidikan terhadap pelaksanaan layanan MBG di lokasi.

Pemerintah kini memprioritaskan pemulihan kondisi kesehatan para santri sekaligus menunggu hasil investigasi mengenai penyebab dugaan keracunan.

UZI GI

Komentar