CIAMIS | GALUH INFO – Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, mendorong tenaga kesehatan meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital yang bergerak cepat.
Ia menyampaikan ajakan tersebut saat membuka Seminar Internasional STIKes Muhammadiyah Ciamis di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kamis, 7 Mei 2026.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKes Muhammadiyah Ciamis menggelar seminar bertema “Transformasi Teknologi Kesehatan: Optimalisasi Kapabilitas Tenaga Kesehatan dan Aksesibilitas sebagai Peluang di Era Digital.” Panitia menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari bidang kesehatan dan teknologi dalam kegiatan tersebut.
Teknologi Kesehatan Ubah Pola Pelayanan
Dalam sambutannya, Andang Firman Triyadi menegaskan perkembangan teknologi kesehatan terus mengubah pola pelayanan di sektor medis. Ia menilai tenaga kesehatan harus mengikuti perubahan agar tetap profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Perkembangan teknologi kesehatan terus bergerak cepat. Karena itu tenaga kesehatan harus mampu beradaptasi agar tidak tertinggal dan dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Andang.
Ia menjelaskan tenaga kesehatan perlu menguasai teknologi digital untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan ketepatan data pasien, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Menurutnya, kemampuan sumber daya manusia menentukan keberhasilan penerapan teknologi di sektor kesehatan. Karena itu, lembaga pendidikan dan institusi kesehatan perlu meningkatkan kualitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan.
Tenaga Kesehatan Harus Tingkatkan Kompetensi
Andang menilai perkembangan inovasi digital di bidang kesehatan berlangsung sangat cepat di tingkat global. Kondisi tersebut mendorong tenaga kesehatan menguasai teknologi modern selain memahami pelayanan medis konvensional.
Ia meminta tenaga kesehatan terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi agar mampu menghadapi tantangan dunia kesehatan modern.
Selain itu, Andang juga meminta lembaga pendidikan kesehatan memperkuat kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Menurutnya, kampus memiliki peran penting dalam mencetak tenaga kesehatan yang adaptif dan kompetitif.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Teknologi Kesehatan
Andang Firman Triyadi juga mengajak akademisi, praktisi kesehatan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi kesehatan.
Ia menilai sinergi lintas sektor dapat mempercepat lahirnya inovasi kesehatan yang aplikatif, efektif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, seminar internasional tersebut membuka ruang diskusi dan pertukaran gagasan untuk menghadapi tantangan kesehatan pada masa mendatang.
“Melalui seminar ini diharapkan lahir ide dan solusi strategis dalam mengoptimalkan aksesibilitas serta kapabilitas tenaga kesehatan di era digital,” katanya.
Ia berharap peserta seminar dapat memperluas wawasan dan memperkuat kesiapan menghadapi transformasi digital di sektor kesehatan.
STIKes Muhammadiyah Ciamis Perluas Wawasan Mahasiswa
Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nurhidayat, menyebut seminar internasional tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan formal.
Ia menilai organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam meningkatkan wawasan keilmuan mahasiswa melalui seminar, diskusi ilmiah, dan kegiatan edukatif lainnya.
Nurhidayat mengatakan perkembangan ilmu kesehatan terus bergerak cepat sehingga mahasiswa harus aktif mengikuti setiap perubahan agar memiliki daya saing tinggi.
“Ilmu di bidang kesehatan terus berkembang. Karena itu kita harus mampu mengikuti proses dan perkembangan yang terjadi agar tidak tertinggal,” ungkapnya.
Melalui seminar tersebut, STIKes Muhammadiyah Ciamis ingin membekali mahasiswa dengan wawasan teknologi kesehatan modern agar siap menghadapi tantangan dunia kerja di era digital.
Fauzi











Komentar