Sinergi Pencegahan TBC di Baregbeg, Upaya Nyata Tekan Risiko Stunting di Ciamis

Berita, Kesehatan8 Dilihat

Ciamis | Galuh Info  — Komitmen peningkatan derajat kesehatan masyarakat kembali ditegaskan oleh UPTD Puskesmas Baregbeg melalui kegiatan pencegahan penyakit Tuberculosis (TBC) yang dilaksanakan di Desa Karang Ampel, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam strategi menekan angka stunting yang masih menjadi perhatian serius di berbagai wilayah.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (17/4/2026) tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga jajaran Forkopimcam. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan sinergi kuat dalam menghadapi persoalan kesehatan masyarakat yang kompleks dan membutuhkan pendekatan kolaboratif.

Kepala Puskesmas Baregbeg, Ridwan Mulyana, menjelaskan bahwa program ini menyasar sekitar 135 peserta. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan jumlah kehadiran mencapai sekitar 120 orang. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya deteksi dini penyakit menular.

Dalam kegiatan tersebut, tim medis melakukan pemeriksaan melalui layanan Tuberculosis Microscopy Center (TMC). Dari hasil skrining, ditemukan sekitar 10 warga yang terindikasi memiliki gejala TBC dan memerlukan penanganan lebih lanjut. Temuan ini menjadi bukti penting bahwa upaya deteksi dini sangat krusial untuk mencegah penyebaran penyakit.

Lebih jauh, Ridwan menegaskan bahwa TBC tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi gizi, terutama pada anak-anak. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi TBC dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko stunting.

Melalui kegiatan ini, pihak puskesmas tidak hanya fokus pada pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat, pentingnya menjaga imunitas tubuh, serta langkah-langkah pencegahan penularan TBC di lingkungan keluarga.

Pendekatan promotif dan preventif yang dilakukan menjadi langkah strategis dalam memutus mata rantai penularan. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitar.

Pemerintah desa setempat turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan aparatur desa dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan angka kasus TBC dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Ciamis.

Langkah nyata yang dilakukan UPTD Puskesmas Baregbeg ini menjadi contoh bahwa upaya kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan edukasi berkelanjutan.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus digelar secara rutin dengan cakupan yang lebih luas, sehingga kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat dan generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat serta produktif.

Fauzi GI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *