Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang Dialihkan ke BNI City, Warganet Keluhkan Kepadatan dan Jalur Sempit

Berita, Nasional177 Dilihat

JAKARTA, GALUH.INFO — KAI Commuter Line (KRL) resmi menutup operasional Stasiun Karet mulai Selasa, 1 September 2026. Kebijakan tersebut membuat seluruh pengguna Stasiun Karet harus beralih ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City yang berjarak sekitar 500 meter.

KAI Commuter mengumumkan perubahan tersebut melalui akun Threads Commuterline. Penutupan Stasiun Karet menjadi bagian dari proses integrasi dengan Stasiun Sudirman Baru/BNI City.

“Rekan Commuters sehubungan dengan peningkatan layanan integrasi untuk pengguna Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru/BNI City,” tulis Commuterline melalui Threads.

KAI kemudian menjelaskan bahwa seluruh operasional Stasiun Karet akan dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City mulai 1 September 2026.

“Mulai 1 September 2026, seluruh operasional di Stasiun Karet akan dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City,” tambah akun KAI pada 30 Agustus 2026.

Integrasi Stasiun Karet dan BNI City

KAI Commuter menutup Stasiun Karet sebagai bagian dari penataan dan integrasi dengan Stasiun Sudirman Baru/BNI City.

Integrasi tersebut bertujuan meningkatkan layanan Commuter Line Jabodetabek melalui penataan alur pelanggan, penguatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan proses integrasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna.

“Penataan kawasan integrasi juga akan menghadirkan aksesibilitas di sisi Stasiun Karet dan aksesibilitas di sisi terowongan Kendal,” jelas Karina dalam keterangan resmi pada Senin, 31 Agustus 2026.

Selama proses integrasi berlangsung, KAI Commuter meminta pengguna Commuter Line mengikuti ketentuan dan perubahan akses yang berlaku.

Penumpang Keluhkan Kepadatan di BNI City

Penutupan Stasiun Karet pada hari pertama memunculkan berbagai tanggapan dari warganet.

Sebagian pengguna mengeluhkan jarak sekitar 500 meter yang harus mereka tempuh menuju Stasiun BNI City. Selain itu, sejumlah warganet menyoroti kepadatan di area Stasiun BNI City setelah pengguna Stasiun Karet dialihkan.

Beberapa pengguna juga menilai jalur menuju stasiun terlalu sempit jika dibandingkan dengan jumlah penumpang yang harus melintas.

Salah satu pemilik akun Threads, @pdwisepthya, bahkan menilai kondisi tersebut tidak efektif.

“Ga efektif banget ini stasiun BNI efek stasiun karet ditutup dengan penumpang yang banyak tapi jalanan sempit gini,” tulisnya di Threads pada Selasa, 1 September 2026.

Unggahan tersebut kemudian mendapat berbagai respons dari warganet.

Sebagian warganet menilai integrasi tetap dapat memberikan manfaat, termasuk kemungkinan mengurangi kemacetan di sekitar kawasan stasiun. Namun, pengguna lain justru mengkhawatirkan aspek keselamatan akibat kepadatan dan kondisi jalur yang berdekatan dengan rel.

Warganet Soroti Jalur Dekat Rel

Salah satu komentar menyoroti pengguna yang terlihat berjalan di area dekat rel. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan risiko keselamatan apabila terjadi dorongan di tengah kepadatan.

“Gw sih takut kesenggol kanan udah rel kereta tuh,” komentar pemilik akun @theresenolion.

Selain persoalan kepadatan, warganet juga mengkritik pola integrasi yang dinilai belum memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna transportasi umum.

Salah satu pengguna Threads menyoroti kondisi penumpang KRL yang harus berpapasan dengan pengguna LRT Jabodebek ketika berada di kawasan Stasiun Sudirman.

“Integrasinya selalu buat ga nyaman, apalagi di Sudirman mau ke LRT Jabodebek harus bertabrakan dengan penumpang KRL, emang ga paham ama pembuat integrasi kayak gitu namanya integrasi apa,” tulis pemilik akun Threads @weilyzhan.

Beragam komentar tersebut menunjukkan bahwa penutupan Stasiun Karet tidak hanya berdampak pada perubahan titik keberangkatan dan kedatangan penumpang. Kebijakan itu juga memunculkan perhatian terhadap kapasitas jalur, kenyamanan, serta keselamatan pengguna di kawasan Stasiun BNI City.

Integrasi Ditargetkan Rampung 28 September

KAI Commuter memperkirakan proses integrasi antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City rampung pada 28 September 2026.

Selama pengerjaan berlangsung, pengguna diharapkan mengikuti informasi dan arahan yang diberikan KAI Commuter agar perjalanan tetap berjalan dengan aman dan tertib.

Penutupan Stasiun Karet sendiri menjadi bagian dari upaya integrasi layanan Commuter Line Jabodetabek. Namun, respons warganet pada hari pertama menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan tersebut masih menghadapi tantangan, terutama terkait kepadatan dan kenyamanan pengguna di Stasiun BNI City.

UZI

Komentar