PANGANDARAN, GALUH.INFO – Sebuah villa mewah yang berdiri sendiri di puncak Bukit Lembah Putri, Dusun Karangsari, Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, menarik perhatian publik. Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat menikmati panorama Samudra Hindia yang berpadu dengan muara sungai, hamparan pohon kelapa, serta kawasan wisata Lembah Putri dari ketinggian.
Villa yang dikenal dengan nama Villa Lembah Putri itu berdiri di atas lahan seluas sekitar 4,7 hektare. Kawasan tersebut tidak hanya memiliki bangunan utama dengan tiga kamar, tetapi juga perkebunan kelapa, kebun buah tin, dan area terbuka yang luas. Hingga kini, villa tersebut masih menjadi satu-satunya hunian yang berdiri di puncak bukit tersebut.
Dibangun Pascatsunami Pangandaran
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lembah Asri, Toto Hadianto, mengatakan Villa Lembah Putri mulai dibangun pada 2008, atau dua tahun setelah tsunami Pangandaran 2006.
Menurut Toto, pemilik villa bernama Dave Robby, seorang pria berdarah Yunani yang telah lama memiliki hubungan dengan Indonesia. Kecintaannya terhadap alam membawanya menemukan kawasan Bukit Lembah Putri sebagai lokasi ideal untuk membangun tempat beristirahat.
“Beliau memang menyukai alam. Setelah berkeliling ke berbagai daerah, akhirnya memilih bukit ini. Saat itu kawasan ini masih didominasi perkebunan kelapa. Tanahnya dibeli dengan harga sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bata,” ujar Toto.
Panorama Alam Jadi Daya Tarik Utama
Lokasi villa yang berada di atas bukit menawarkan pemandangan alam yang sulit ditemukan di tempat lain. Dari teras bangunan, laut lepas, garis pantai, dan muara sungai tampak membentang tanpa terhalang bangunan lain.
Saat ini, Dave Robby diketahui menetap di Bandung dan juga memiliki usaha di Bali. Meski jarang datang, villa tersebut tetap terawat karena dijaga oleh tiga orang penjaga. Pemilik biasanya mengunjungi villa sekitar dua kali dalam setahun.
Memiliki Kisah Panjang dengan Indonesia
Selain menyimpan keindahan alam, Villa Lembah Putri juga menyimpan kisah sejarah pemiliknya. Menurut Toto, Dave Robby telah memiliki hubungan dengan Indonesia sejak masa awal kemerdekaan.
Pada masa gejolak politik setelah Indonesia merdeka, keluarganya sempat meninggalkan Tanah Air. Namun, setelah kondisi kembali kondusif, Dave memutuskan kembali dan melanjutkan kehidupannya di Indonesia.
Toto juga menyebut Dave pernah menjalankan bisnis suku cadang pesawat bersama Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie. Selain itu, keluarga istrinya disebut masih memiliki hubungan keturunan dengan Suhud Sastro Kusumo, salah satu tokoh golongan muda yang berperan dalam proses Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Pernah Dirancang Jadi Lokasi Surfing
Keindahan pantai di depan villa sempat mendorong Dave untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai destinasi olahraga selancar.
Namun setelah mempelajari karakter ombak di kawasan itu, rencana tersebut akhirnya dibatalkan karena gelombang dinilai cepat pecah sehingga kurang ideal untuk aktivitas surfing.
“Beliau sempat ingin membuat lokasi surfing di depan sini, tetapi ombaknya cepat pecah sehingga rencana itu tidak dilanjutkan,” kata Toto.
Bersiap Dijual Rp56 Miliar
Setelah hampir dua dekade berdiri di puncak Bukit Lembah Putri, kawasan villa tersebut kini direncanakan untuk dijual.
Nilai penjualan diperkirakan mencapai Rp56 miliar, termasuk seluruh aset berupa bangunan utama, perkebunan kelapa, kebun buah tin, serta lahan seluas sekitar 4,7 hektare.
“Rencananya memang akan dijual. Nilainya sekitar Rp56 miliar untuk villa beserta seluruh lahannya,” ujar Toto.
Hingga kini belum ada informasi mengenai calon pembeli maupun jadwal pasti proses penjualan. Sementara itu, tiga orang penjaga tetap merawat kawasan tersebut sehingga Villa Lembah Putri masih berdiri megah sebagai satu-satunya hunian di puncak Bukit Lembah Putri, Pangandaran.
FAUZI













Komentar