Wamenkes Fokus Tangani TBC di Ciamis, 18 Ribu Warga Jalani Skrining

Berita, Daerah18 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO Penanganan tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu fokus kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus ke Kabupaten Ciamis, Senin (21/9/2026).

Kunjungan berlangsung di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Ciamis. Wamenkes mendorong penguatan penanggulangan TBC melalui penemuan kasus secara aktif, pemeriksaan kontak erat, serta penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Monitoring Tracing TB Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Deklarasi Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, serta pemangku kepentingan lainnya.

Wamenkes Dorong Penemuan Kasus dari Hulu

Benjamin menegaskan, pemerintah menjadikan penanggulangan TBC sebagai salah satu prioritas kesehatan. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya kepada pasien yang sudah terdiagnosis.

Pemerintah juga perlu memperkuat pencegahan, skrining, penemuan kasus secara aktif, serta pemeriksaan terhadap keluarga dan kontak erat.

“Ketika pasien TBC sudah dinyatakan sembuh, pemeriksaan terhadap keluarga dan kontak erat tetap perlu dilakukan karena risiko penularan masih ada. Penanganan TBC tidak hanya perlu diperkuat dari sisi bawah, tetapi juga dari hulu,” ujar Benjamin.

Ia mendorong camat, lurah, PKK, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat ikut menggerakkan warga agar mengikuti skrining TBC.

Pemerintah pusat juga mendorong peningkatan fasilitas pemeriksaan, termasuk ketersediaan X-Ray di Puskesmas.

Pemkab Ciamis Perkuat Pelayanan Kesehatan

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan penanggulangan TBC masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di daerahnya.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Ciamis tetap berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat sarana dan prasarana.

Herdiat berharap dukungan pemerintah pusat dapat membantu meningkatkan kualitas Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu).

Penguatan fasilitas tersebut juga diharapkan mendukung pelayanan masyarakat, termasuk upaya pencegahan dan penanganan TBC.

Desa dan Kelurahan Siaga TBC Diperkuat

Komitmen penanggulangan TBC di Ciamis juga diperkuat melalui Deklarasi Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis Tahun 2026.

Program tersebut mencakup sejumlah upaya. Di antaranya penemuan kasus, edukasi dan pencegahan, investigasi kontak, pemeriksaan dan pengobatan.

Selain itu, pemerintah mendorong pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sesuai indikasi, pendampingan pengobatan, serta pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap pasien TBC.

Pendekatan berbasis masyarakat menjadi bagian penting agar penanganan TBC tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan.

18 Ribu Warga Ikuti Skrining TBC

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dr. H. Rizali Sofiyan menyampaikan capaian pelaksanaan Active Case Finding (ACF) TB yang terintegrasi dengan CKG.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 13 Juli hingga 18 September 2026 dan telah menjangkau 180 lokus dengan sekitar 18.000 peserta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.746 peserta tercatat dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).

Dinkes Ciamis juga melakukan tracing terhadap 365 kasus TBC. Dari proses tersebut, petugas mengidentifikasi 1.321 kontak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penemuan kasus sekaligus memutus rantai penularan TBC.

Kolaborasi Jadi Kunci Penanganan TBC

Kunjungan kerja Wamenkes menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemkab Ciamis, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat.

Melalui skrining, tracing kontak, pemeriksaan, pengobatan, serta edukasi yang berjalan bersama, pemerintah berupaya mempercepat penemuan kasus TBC di masyarakat.

Penguatan layanan berbasis masyarakat juga diharapkan membantu mencegah penularan sekaligus mengurangi stigma terhadap pasien TBC di Kabupaten Ciamis.

uzi

Komentar