113 Pejabat Pemkab Ciamis Dilantik Herdiat, Tekankan Amanah dan Kinerja

Berita, Daerah77 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO  — Sebanyak 113 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi mendapat amanah baru setelah dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, Jumat (2/10/2026).

Pelantikan berlangsung di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis. Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 10 orang merupakan pejabat administrator, 5 pejabat pengawas, dan 98 pejabat fungsional.

Bagi Herdiat, pelantikan tersebut bukan sekadar mengisi atau menambah posisi dalam struktur birokrasi. Setelah mengucapkan sumpah jabatan, para pejabat memiliki tanggung jawab untuk membuktikan kepercayaan yang diberikan melalui kinerja nyata.

Herdiat Minta Jabatan Dijalankan sebagai Amanah

Herdiat menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang memperoleh amanah baru. Ia meminta mereka menjalankan jabatan dengan penuh tanggung jawab dan tidak memandangnya sekadar sebagai kedudukan dalam organisasi pemerintahan.

“Selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik. Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan berikan pengabdian terbaik untuk masyarakat,” pesan Herdiat.

Menurut Herdiat, keberhasilan seorang aparatur tidak cukup diukur dari jabatan yang disandang. Kewenangan dan kompetensi yang dimiliki harus mampu menghasilkan pekerjaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Masyarakat, lanjutnya, membutuhkan birokrasi yang tidak hanya tertib secara administratif. Pelayanan juga harus berjalan cepat, tepat, serta mampu menjawab kebutuhan di lapangan.

Karena itu, Herdiat mendorong para pejabat yang baru dilantik agar tidak terjebak dalam rutinitas birokrasi. Setiap tugas perlu diarahkan pada hasil dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Koordinasi dan Komunikasi Jadi Perhatian

Herdiat juga meminta para pejabat membangun koordinasi dan komunikasi yang baik dengan seluruh jajaran di lingkungan kerja masing-masing.

Menurutnya, kekompakan menjadi salah satu kunci agar berbagai program pemerintah dapat berjalan secara efektif. Karena itu, pejabat tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas secara individual, tetapi juga membangun kerja sama dalam organisasi.

“Jangan berhenti pada pelantikan. Setelah ini yang paling penting adalah bagaimana menjalankan tugas. Kerja nyata harus menjadi bukti dari amanah yang sudah diberikan,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi tantangan bagi 113 pejabat yang kini menempati posisi baru. Mereka dituntut menerjemahkan tugas masing-masing menjadi kinerja konkret sekaligus menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

98 Pejabat Fungsional Isi Berbagai Bidang

Dari 113 pejabat yang dilantik, sebanyak 98 orang merupakan pejabat fungsional. Mereka berasal dari berbagai perangkat daerah dan bidang keahlian.

Bidang tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, sosial, pertanian, peternakan dan perikanan. Selain itu, terdapat pula bidang pemerintahan, pengawasan, hingga pelayanan publik.

Sejumlah jabatan fungsional yang diisi antara lain analis kebijakan, perencana, auditor, pengelola pengadaan barang dan jasa, serta pengawas penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.

Kemudian terdapat pengembang teknologi pembelajaran, penyuluh perindustrian dan perdagangan, analis perdagangan, serta mediator hubungan industrial.

Jabatan lainnya meliputi pustakawan, arsiparis, pranata komputer, sandiman, statistisi, dan polisi pamong praja.

Para pejabat tersebut ditempatkan sesuai bidang serta kebutuhan perangkat daerah masing-masing. Kompetensi teknis yang dimiliki diharapkan dapat memperkuat kapasitas birokrasi sekaligus mendukung pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Pejabat Diminta Terus Meningkatkan Kompetensi

Herdiat berharap para pejabat tidak berhenti belajar setelah menduduki jabatan. Perubahan kebutuhan masyarakat dan tuntutan terhadap pelayanan publik membuat aparatur perlu terus meningkatkan kemampuan.

Aparatur juga perlu menyesuaikan cara kerja dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat. Dengan begitu, jabatan yang diberikan dapat menjadi ruang untuk memperluas pengabdian, bukan sekadar simbol kenaikan posisi.

“Jaga kepercayaan, jaga integritas dan laksanakan tugas sebaik-baiknya. Apa pun bidangnya, semuanya memiliki peran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Herdiat.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut menjadi bagian dari penataan aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Pengisian jabatan diharapkan dapat memperkuat organisasi pemerintahan dengan menempatkan aparatur sesuai kompetensi dan tanggung jawabnya.

Kini, setelah prosesi pelantikan selesai, para pejabat menghadapi tugas baru. Amanah yang mereka terima akan terlihat melalui kinerja sehari-hari, pelayanan kepada masyarakat, serta hasil nyata yang mampu diberikan untuk Kabupaten Ciamis.

Komentar