DKPP Jabar Gelar Gerakan Pangan Murah Perdana di SMKN 2 Ciamis, Sediakan 4 Ton Bahan Pokok untuk Warga

Berita, Nasional15 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di SMK Negeri 2 Ciamis, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi pelaksanaan perdana Gerakan Pangan Murah di lingkungan sekolah di Kabupaten Ciamis.

DKPP Provinsi Jawa Barat menggandeng berbagai pihak untuk memperluas jangkauan program sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Program tersebut menyasar orang tua siswa, warga sekitar sekolah, dan masyarakat umum.

SMKN 2 Ciamis Jadi Percontohan Gerakan Pangan Murah

Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Provinsi Jawa Barat yang diwakili Vidi Wulandari mengatakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di sekolah merupakan strategi baru pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pangan murah.

Menurutnya, pemerintah membangun kolaborasi lintas sektor agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

“Kami berkolaborasi secara lintas sektoral, tidak hanya dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya kami juga telah bekerja sama dengan Bapenda Provinsi Jawa Barat maupun kepolisian. Tahun ini di Ciamis menjadi yang pertama bekerja sama dengan sekolah,” katanya.

Vidi menjelaskan SMKN 2 Ciamis dipilih karena mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Lokasi pelaksanaan juga berada di area terpisah sehingga kegiatan tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Pemerintah Sediakan Empat Ton Bahan Pangan

DKPP Provinsi Jawa Barat menyediakan sekitar 4 ton bahan pangan untuk masyarakat Kabupaten Ciamis.

Komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, telur, tepung terigu, sayuran, buah-buahan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar.

Vidi menjelaskan pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan melalui data penjualan setiap komoditas.

“Kalau seluruh kuota habis terjual, itu menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat cukup baik dan program ini benar-benar dibutuhkan,” ujarnya.

Dukung Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Vidi menegaskan Gerakan Pangan Murah merupakan program yang akan dilaksanakan di seluruh 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Di Kabupaten Ciamis, kegiatan tersebut menjadi pelaksanaan kedua program GPM tingkat provinsi. Pendanaan program berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat, APBN, maupun APBD kabupaten sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Ciamis berpeluang kembali memperoleh program serupa apabila mengajukan usulan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Tidak menutup kemungkinan Kabupaten Ciamis akan kembali mendapatkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah apabila ada usulan dari pemerintah daerah kepada Provinsi,” katanya.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, mengendalikan inflasi, serta meningkatkan daya beli masyarakat, terutama kelompok desil 1 dan desil 2.

Kepala SMKN 2 Ciamis Sambut Baik Program

Kepala SMKN 2 Ciamis, Undang Tatang Hidayat, mengaku bangga sekolahnya dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.

“Alhamdulillah, SMK Negeri 2 Ciamis ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Murah atau operasi pasar murah,” katanya.

Pihak sekolah telah menyampaikan informasi kepada orang tua siswa dan pemerintah desa di sekitar sekolah agar masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

Undang berharap kegiatan itu mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meringankan pengeluaran rumah tangga.

“Mudah-mudahan masyarakat di lingkungan sekitar dapat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Harapan kami, warga sekolah dapat memanfaatkan kesempatan ini, termasuk para orang tua siswa yang bisa menitipkan kepada anaknya untuk berbelanja di sini. Kami juga telah menyampaikan informasi kepada desa-desa sekitar agar masyarakat dapat hadir,” pungkasnya.

Gerakan Pangan Murah di SMKN 2 Ciamis menjadi langkah baru Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.

fauzi

Komentar