Angin Kencang Terjang Ciamis dan Tasikmalaya, 70 Rumah Rusak

Berita, Daerah59 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya, Jumat (6/11/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya 70 rumah warga mengalami kerusakan, disertai kerusakan fasilitas umum, bangunan pabrik, serta pohon tumbang di sejumlah lokasi.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Ciamis mencatat 50 rumah terdampak. Sementara itu, BPBD Kota Tasikmalaya melaporkan 20 rumah mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang.

Meski sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan hingga berat, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut.

50 Rumah Rusak di Kabupaten Ciamis

Di Kabupaten Ciamis, dampak angin kencang tersebar di Kecamatan Rancah dan Rajadesa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa sejumlah rumah warga. Selain itu, angin menyapu genting hingga menyebabkan kerusakan pada bagian atap bangunan.

“Hujan disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah. Puluhan rumah rusak di bagian atap karena genting tersapu angin,” ujar Ani, Sabtu (7/11/2026).

Berdasarkan pendataan BPBD, Desa Giriharja, Kecamatan Rancah, menjadi wilayah dengan dampak kerusakan terbanyak. Sebanyak 39 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 36 rumah rusak ringan dan tiga rumah rusak sedang.

Angin kencang juga merusak tiga fasilitas umum, yakni Madrasah Manarul Barokah, DTA Al Adropiah, dan pos ronda. Selain itu, satu bangunan pabrik huler mengalami kerusakan berat.

Sementara di Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa, BPBD mencatat 11 rumah mengalami kerusakan ringan.

Dengan demikian, total kerusakan di Kabupaten Ciamis meliputi 50 rumah, tiga fasilitas umum, dan satu bangunan pabrik.

Tim Gabungan Tangani Dampak Bencana

Pasca kejadian, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Tagana, serta masyarakat setempat melakukan penanganan di lokasi terdampak.

Petugas memangkas pohon tumbang yang menimpa bangunan menggunakan mesin gergaji dan membersihkan puing-puing yang berserakan.

Pemerintah desa juga mulai menyalurkan bantuan material berupa asbes untuk membantu warga memperbaiki atap rumah yang rusak.

Ani mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.

“Kami minta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan karena cuaca ekstrem bisa menimbulkan longsor, banjir, hingga angin puting beliung,” tambahnya.

Kota Tasikmalaya, 20 Rumah Rusak

Dampak serupa terjadi di Kota Tasikmalaya. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova Avatar, menyampaikan bahwa angin kencang menyebabkan 20 rumah warga mengalami kerusakan.

Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap setelah genting tersapu angin. Sejumlah pohon juga tumbang dan menimpa bangunan, lapak pedagang, serta mengganggu akses jalan.

Berdasarkan laporan yang diterima BPBD, pohon tumbang terjadi di kawasan SMK PUI, Caffe Lebak, dan Cinehel.

Sementara itu, kerusakan rumah tersebar di Kampung Ciroyom Babakan, Kelurahan Parakanyasag, Kecamatan Indihiang, serta Kampung Cicariu, Mancogeh, dan Kampung Kadununggal, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes.

Budi mengatakan petugas gabungan membagi personel ke sejumlah lokasi untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan pohon tumbang.

Tim juga melakukan penyisiran di wilayah Kecamatan Indihiang dan Cipedes guna memastikan kondisi lingkungan serta keselamatan warga.

Meski 20 rumah mengalami kerusakan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa tersebut.

Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Budi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung, dan pohon tumbang.

Ia juga meminta masyarakat memperhatikan informasi serta peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang melanda permukiman.

Peristiwa di Ciamis dan Tasikmalaya tersebut menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat menimbulkan kerusakan dalam waktu singkat. Masyarakat diimbau menghindari berteduh di bawah pohon besar, memeriksa kondisi atap rumah, serta segera menjauh dari bangunan atau pepohonan yang berpotensi roboh.


uzi

Komentar