Bupati Ciamis Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini, Waspadai Ancaman Judi Online dan Pinjaman Online

Apresiasi OJK Tasikmalaya Hadirkan Program GENIUS di Ciamis

Berita, Daerah40 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO –Bupati Ciamis mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya yang menginisiasi Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) di Kabupaten Ciamis. Pemerintah Kabupaten Ciamis menilai program tersebut mampu memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui jalur pendidikan sekaligus membekali generasi muda menghadapi perkembangan teknologi digital.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada OJK Tasikmalaya karena telah memilih Kabupaten Ciamis sebagai lokasi penyelenggaraan program. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi peluang penting untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.

“Program ini sangat penting, terutama di tengah perkembangan digitalisasi yang semakin pesat. Hampir seluruh aktivitas kehidupan sekarang tidak lepas dari teknologi digital. Karena itu, masyarakat harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya secara bijak,” katanya.

Digitalisasi Membawa Peluang Sekaligus Tantangan

Bupati menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah hampir seluruh aktivitas masyarakat. Teknologi memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, bertransaksi, dan memperoleh informasi. Namun, masyarakat juga harus memahami berbagai risiko yang muncul seiring pesatnya digitalisasi.

Menurutnya, dunia pendidikan memegang peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Sekolah tidak hanya bertugas meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun kesadaran siswa agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.

Bupati menegaskan bahwa masyarakat harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kegiatan yang produktif. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh aktivitas digital yang merugikan.

“Karena itu kita harus mampu memilih dan memilah mana yang bermanfaat dan mana yang harus dijauhi,” katanya.

Literasi Digital dan Keuangan Jadi Benteng Masyarakat

Bupati menilai rendahnya literasi digital dan literasi keuangan menjadi salah satu penyebab masyarakat mudah tergoda berbagai penawaran yang berujung pada persoalan ekonomi maupun hukum. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk terus memperkuat edukasi kepada masyarakat sejak usia sekolah.

Ia mencontohkan maraknya praktik perjudian online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang kini berkembang semakin luas. Fenomena tersebut tidak hanya mengancam kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan hukum.

“Maraknya praktik perjudian online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang kini menjadi persoalan serius,” katanya.

Judi Online dan Pinjaman Online Menjerat Berbagai Kalangan

Bupati mengungkapkan bahwa praktik judi online dan pinjaman online kini telah menyasar berbagai lapisan masyarakat. Ia menyebut aparatur sipil negara (ASN) juga tidak luput dari jeratan kedua praktik tersebut.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak lagi mengenal profesi maupun gender. Laki-laki dan perempuan sama-sama berisiko menjadi korban apabila tidak memiliki pemahaman yang memadai mengenai literasi digital dan pengelolaan keuangan.

“Dampak digitalisasi yang paling terasa sekarang adalah judi online dan pinjaman online. Korbannya bukan hanya masyarakat. ASN juga banyak yang terjerat. Bukan hanya laki-laki, perempuan juga ada,” tegasnya.

Edukasi Keuangan Sejak Dini Perkuat Generasi Masa Depan

Bupati menegaskan bahwa sekolah harus memulai edukasi keuangan sejak dini. Langkah tersebut akan membantu pelajar memahami cara mengelola keuangan secara bijak sekaligus mengenali berbagai risiko penyalahgunaan teknologi digital.

Melalui Program GENIUS, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap pelajar mampu meningkatkan literasi keuangan, memperkuat literasi digital, serta membangun karakter yang cerdas dalam mengambil keputusan. Program tersebut juga diharapkan mampu melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi tanpa terjebak pada praktik judi online, pinjaman online, maupun berbagai bentuk kejahatan digital lainnya.

Komentar