Bupati Herdiat Minta Maaf Tak Bisa Hadiri Puncak Tradisi Merlawu Wanasigra

Berita, Daerah168 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan permohonan maaf kepada para sepuh dan masyarakat Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, karena tidak dapat menghadiri langsung puncak Tradisi Merlawu pada Jumat (28/8/2026).

Herdiat menyampaikan hal tersebut saat menerima warga Wanasigra dalam kegiatan Tradisi Nyembah di Joglo Barat Pendopo Bupati Ciamis, Rabu (26/8/2026).

Ia mengaku sebenarnya telah memasukkan agenda Tradisi Merlawu dalam jadwal kegiatan sejak jauh-jauh hari. Bahkan, Herdiat menyebut dirinya memiliki kedekatan dengan tradisi tersebut karena telah mengikutinya sejak sebelum menjabat sebagai Bupati Ciamis.

“Sebetulnya saya pengen banget. Sudah diagendakan dari dulu. Tapi saya manusia yang merencanakan, Allah SWT yang menentukan,” ujar Herdiat.

Harus Hadiri Agenda Pemerintahan di Bali

Herdiat menjelaskan, pada Kamis siang ia harus bertolak ke Bali untuk menghadiri agenda pemerintahan yang berkaitan dengan Kementerian Dalam Negeri.

Agenda tersebut membahas sejumlah persoalan strategis, termasuk tata kelola keuangan daerah dan penanganan persampahan.

Selain itu, Herdiat juga akan menghadiri agenda pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah.

Menurutnya, kehadiran kepala daerah dalam agenda tersebut sangat penting. Sebab, penghargaan yang diterima pemerintah daerah berpotensi berkaitan dengan dukungan dari pemerintah pusat.

“Kalau bupati atau wali kota tidak datang, kebetulan dapat penghargaan, bisa digeser ke bupati atau wali kota yang lain,” katanya.

Pemkab Ciamis Tetap Kirim Perwakilan

Meski tidak dapat hadir secara langsung, Herdiat memastikan Pemerintah Kabupaten Ciamis tetap akan mengirimkan perwakilan dalam puncak pelaksanaan Tradisi Merlawu.

“Nanti hari Jumat dihadiri Pak Asisten atau Pak Kadis,” ucapnya.

Herdiat menegaskan ketidakhadirannya tidak mengurangi perhatian pemerintah terhadap pelestarian budaya masyarakat Wanasigra.

Ia meminta masyarakat tetap menjaga semangat dalam melestarikan Tradisi Merlawu yang telah hidup secara turun-temurun.

Menurut Herdiat, pelestarian budaya membutuhkan peran semua pihak. Pemerintah dapat memberikan dukungan, sementara masyarakat menjadi kekuatan utama yang menjaga tradisi agar tetap hidup.

Karena itu, ia berharap masyarakat Wanasigra terus mengenalkan Tradisi Merlawu kepada generasi muda agar warisan budaya tersebut tetap bertahan dan berkembang di masa depan.

fauzi

Komentar

News Feed