Hadapi Musim Kemarau, Polres Ciamis Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

Berita, Daerah428 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ciamis. Menghadapi kondisi tersebut, Polres Ciamis bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Ciamis, dan sejumlah stakeholder memperkuat kesiapsiagaan.

Kesiapan itu terlihat dalam Apel Gelar Pasukan dan Pengecekan Peralatan di Lapangan Mako Polres Ciamis, Selasa (11/8/2026).

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, risiko karhutla meningkat ketika kondisi lahan mulai mengering. Menurutnya, kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat.

“Pengecekan pasukan dan sarana pendukung ini menjadi bukti kesiapan konkret kita. Pasukan, material, hingga armada pemadam harus siap dioperasikan secara terpadu dan responsif begitu ada ancaman di lapangan,” ujar Eko.

Deteksi Dini Jadi Kunci Cegah Karhutla

Eko menegaskan, pencegahan karhutla bukan hanya tugas kepolisian. Ia meminta TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat memperkuat koordinasi untuk mencegah kebakaran sejak dini.

Polres Ciamis memprioritaskan deteksi dini dan langkah preventif. Petugas akan memantau titik panas atau hotspot serta meningkatkan patroli di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

Selain itu, pemerintah dan aparat terus mengingatkan masyarakat serta pelaku usaha perkebunan agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Langkah tersebut penting karena api dapat dengan cepat menyebar ketika kondisi lahan dan vegetasi mengering selama musim kemarau.

Peralatan Pemadam Harus Siap Digunakan

Polres Ciamis juga meminta seluruh instansi memastikan kondisi armada dan peralatan pemadam. Petugas harus mengetahui kondisi sarana sebelum menghadapi potensi kebakaran di lapangan.

Eko meminta seluruh pihak menghilangkan ego sektoral dalam penanganan karhutla. Menurutnya, kecepatan komunikasi menjadi faktor penting ketika petugas menghadapi kebakaran.

“Ego sektoral wajib ditanggalkan. Alur koordinasi antarposko harus berjalan cepat dan terarah. Kita perlu mengusung satu pola tindakan yang seragam saat menghadapi potensi kebakaran,” tegasnya.

Selain kesiapan peralatan, Eko mengingatkan petugas agar mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas. Petugas harus mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dan memperhitungkan risiko ketika memasuki medan yang sulit.

Libatkan Masyarakat Cegah Kebakaran

Polres Ciamis juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan yang dapat memicu kebakaran lahan.

“Kami mengimbau masyarakat Tatar Galuh Ciamis untuk aktif berpartisipasi menjaga lingkungan, dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran sembarangan,” pungkas Eko.

Apel kesiapsiagaan tersebut turut dihadiri Sekda Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi, Pasi Ops Kodim 0613/Ciamis Lettu Inf Yudi Mulyadi Slamet, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Anang Setiawan, serta Ketua Pengadilan Negeri Kelas I-B Ciamis Rosnainah.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jawa Barat Wilayah VII Cucu Adriyawan Noor dan jajaran pejabat utama Polres Ciamis juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah instansi teknis turut menyiagakan personel, antara lain BPBD, Satpol PP, Damkar, Polhut, serta relawan Tagana Ciamis.

Kesiapsiagaan lintas instansi tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan ketika terjadi karhutla sekaligus menekan potensi meluasnya kebakaran di wilayah Kabupaten Ciamis selama musim kemarau.

FAUZI

Komentar