Kabut Asap Karhutla Selimuti Kalimantan, Pengendara Saling Bunyi Klakson di Banjarbaru

Berita, Kesehatan190 Dilihat

KALIMANTAN, GALUH.INFO – Sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan saat ini menghadapi kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla. Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas warga, termasuk perjalanan di sejumlah ruas jalan karena jarak pandang menurun drastis.

Dalam beberapa waktu terakhir, warga Kalimantan juga menyuarakan keluhan terkait kondisi kabut asap yang semakin terasa. Sejumlah warga membagikan rekaman situasi rumah dan jalanan yang tertutup asap tebal melalui media sosial.

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kabut asap memunculkan kekhawatiran warga terhadap keselamatan berkendara dan gangguan kesehatan pada saluran pernapasan. Jarak pandang yang terbatas membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan yang terdampak asap.

Viral Pengendara Saling Bunyi Klakson di Tengah Kabut Asap

Salah satu video yang beredar memperlihatkan kondisi jalan yang tertutup asap tebal berwarna abu-abu di kawasan Landasan Ulin, Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Dalam rekaman tersebut, asap akibat Karhutla menghalangi pandangan pengendara. Kondisi itu membuat sejumlah pengguna jalan membunyikan klakson sebagai tanda keberadaan kendaraan mereka kepada pengendara lain.

“Akhirnya klakson berguna di Kalimantan,” tulis pemilik akun TikTok @bloperr0, dikutip pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Pengunggah video juga memperlihatkan kendaraan dari arah berlawanan baru terlihat ketika jaraknya sudah sangat dekat. Kondisi tersebut menunjukkan betapa terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap yang menyelimuti jalan.

“Minimal klaksonnya ini buat memberi tahu kalau ada orang lain di situ,” lanjutnya.

Situasi itu menggambarkan dampak Karhutla terhadap aktivitas masyarakat. Pengendara harus lebih berhati-hati karena asap tebal dapat membuat kendaraan lain sulit terlihat dari kejauhan.

Lampu Kendaraan Disebut Tak Mampu Menembus Asap Tebal

Video tersebut juga memicu beragam komentar dari pengguna media sosial. Sejumlah warganet menyarankan pengendara untuk menyalakan lampu kendaraan agar lebih mudah terlihat di tengah kabut asap.

Namun, pemilik akun menyebut lampu kendaraan berwarna putih belum mampu menembus tebalnya asap di lokasi tersebut. Bahkan, menurut pengunggah, pengendara hanya dapat melihat lampu kendaraan lain dari jarak yang sangat dekat.

“Nyalain lampu sein biar kelihatan sama yang dibelakang,” tulis akun @ano*****s.

Menanggapi komentar tersebut, pengunggah menjelaskan keterbatasan jarak pandang ketika kabut asap semakin tebal.

“Enggak kelihatan kecuali jarak semeter,” tulis pengunggah video.

Kondisi tersebut menambah kekhawatiran masyarakat karena kabut asap tidak hanya mengganggu pandangan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan saat kendaraan melintas.

BNPB Catat 1.487 Titik Panas di Kalimantan

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mendeteksi lebih dari 1.400 titik panas di mayoritas wilayah Pulau Kalimantan.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan data pemantauan Satelit NOAA-20 hingga Kamis, 20 Agustus 2026, mencatat total 1.487 titik panas.

“Berdasarkan data pemantauan terbaru dari Satelit NOAA-20 hingga Kamis, 20 Agustus 2026, sebaran hotspot atau titik panas di wilayah Kalimantan sebanyak 1.487 hotspot,” ujar Berton dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut Berton, Kalimantan Tengah mencatat jumlah titik panas tertinggi dengan 767 titik. Selanjutnya, Kalimantan Barat mencatat 560 titik panas.

Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing mencatat 74 titik panas. Sementara itu, BNPB menemukan tiga titik panas lainnya di Kalimantan Utara.

BNPB terus melakukan pemantauan intensif sekaligus memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran. Berton juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian kebakaran kepada pihak berwenang di daerah masing-masing.

“Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera lapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” tukasnya.

Dengan jumlah titik panas yang mencapai 1.487 titik, masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan menghadapi ancaman Karhutla dan dampak kabut asap. Warga pun perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan dan saat berkendara dalam kondisi jarak pandang yang terbatas.

uzi

Komentar