Kebakaran Taman Nasional Way Kambas Belum Padam, TNWK Duga Api Sengaja Dinyalakan

Berita, Daerah148 Dilihat

LAMPUNG TIMUR, GALUH.INFO – Kebakaran hutan melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur. Api mulai terlihat di kawasan konservasi tersebut sejak Jumat, 21 Agustus 2026 siang dan hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, petugas masih terus berjibaku melakukan pemadaman.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebut kebakaran terjadi di area Resort Kuala Penet, kawasan Taman Nasional Way Kambas.

Petugas menghadapi sejumlah kendala dalam menangani kebakaran. Kondisi lahan yang sangat kering, minimnya sumber air, akses menuju lokasi yang sulit, angin kencang, serta karakteristik lahan gambut menjadi tantangan bagi tim di lapangan.

Hingga Sabtu, pihak TNWK juga masih mendata luas area yang terdampak kebakaran.

TNWK Duga Kebakaran Sengaja Dinyalakan

Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD Zaidi, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran.

Namun, berdasarkan dugaan sementara, pihak TNWK mencurigai ada unsur kesengajaan. Dugaan tersebut mengacu pada sejumlah peristiwa kebakaran yang sebelumnya pernah terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas.

“Dugaan kami seperti itu, sengaja dibakar seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar MHD Zaidi kepada awak media, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Meski demikian, pihak TNWK belum menyampaikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Petugas masih fokus melakukan penanganan dan mengendalikan api agar tidak meluas ke area lain.

Kebakaran yang terjadi di kawasan konservasi ini pun menjadi perhatian karena TNWK memiliki kawasan hutan yang luas dan menjadi salah satu wilayah penting bagi kelestarian lingkungan.

Lahan Kering dan Sulitnya Akses Hambat Pemadaman

Zaidi menjelaskan, tim pemadam menghadapi kondisi lapangan yang cukup berat. Kekeringan membuat sumber air sulit ditemukan di sekitar lokasi kebakaran.

Selain itu, kendaraan tidak dapat mencapai titik kebakaran sehingga petugas harus berjalan kaki untuk melakukan penanganan di lapangan.

“Kondisi lapangan sangat kering dan tidak ada air. Kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi, harus jalan kaki,” ungkap Zaidi.

Angin kencang juga turut memperumit upaya pengendalian api. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat perambatan api, sehingga petugas membutuhkan upaya lebih intensif untuk mencegah kebakaran menjalar ke kawasan lain.

Karakteristik Resort Kuala Penet sebagai kawasan dengan lahan gambut juga menjadi perhatian dalam proses pemadaman.

“Kondisi lapangan yang sulit, sumber air yang jauh, serta karakteristik lahan yang bergambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan,” terang Zaidi.

Meski menghadapi berbagai kendala, petugas bersama pihak terkait terus berupaya memadamkan api dan mengendalikan kebakaran.

“Tapi kami bersama seluruh pihak terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian agar kebakaran tidak meluas,” lanjutnya.

Luas Lahan Terbakar Masih Didata

Hingga saat ini, pihak TNWK belum dapat memastikan luas kawasan yang terdampak kebakaran.

Zaidi mengatakan petugas masih melakukan pendataan. Tim di lapangan saat ini memprioritaskan upaya pemadaman dan pengendalian api.

“Masih dalam proses pendataan,” ucap Zaidi.

Menurutnya, petugas masih terus berjuang menangani kebakaran. Karena itu, pihak TNWK belum dapat menyampaikan data pasti mengenai luas lahan yang terbakar.

Petugas dan seluruh pihak terkait kini terus melakukan upaya pemadaman di Resort Kuala Penet. Fokus utama penanganan saat ini adalah mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain di Taman Nasional Way Kambas.

UZI

Komentar