Dasco Benarkan Ada WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Disebut Diiming-imingi Gaji Besar

Berita, Daerah226 Dilihat

JAKARTA, GALUH.INFO — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membenarkan adanya warga negara Indonesia (WNI) yang direkrut untuk menjadi tentara Rusia.

Dasco menyampaikan informasi tersebut saat konferensi pers bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Menurut Dasco, informasi mengenai perekrutan WNI itu berasal dari otoritas intelijen Indonesia. Informasi tersebut juga mencakup dugaan modus yang membuat sejumlah WNI tertarik mengikuti perekrutan.

Salah satu faktor yang disebut menjadi daya tarik adalah tawaran gaji besar. Perekrut, menurut informasi yang diterima Dasco, menawarkan pekerjaan yang disebut sebagai satuan pengamanan maupun tenaga administrasi sebelum para WNI tersebut akhirnya dikirim untuk menjadi tentara.

WNI Disebut Direkrut melalui Negara Pihak Ketiga

Dasco mengatakan perekrutan tersebut dilakukan melalui negara pihak ketiga. Para calon pekerja awalnya mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan dengan iming-iming penghasilan besar.

“Jadi, kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga,” ujar Dasco kepada awak media usai Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Menurutnya, informasi pekerjaan yang diterima WNI tersebut tidak secara langsung menyebut bahwa mereka akan menjadi tentara.

“Kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar,” lanjutnya.

Setelah tertarik dengan tawaran tersebut, para WNI kemudian mendaftarkan diri. Dasco menyebut mereka selanjutnya dikirim dan menjadi tentara.

“Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu informasi yang kami dapat,” imbuhnya.

Pernyataan Dasco tersebut memperkuat adanya informasi mengenai keterlibatan WNI dalam perekrutan untuk menjadi tentara Rusia. Namun, rincian mengenai jumlah keseluruhan WNI yang direkrut dan status masing-masing individu masih menjadi bagian dari informasi yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Pemerintah Lakukan Koordinasi

Dasco juga mengatakan pemerintah telah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah kejadian serupa.

Menurutnya, otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi mengenai persoalan tersebut. Pemerintah juga disebut telah mengirim utusan kepada negara-negara terkait.

“Saat ini, otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi, berkoordinasi, dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut,” jelas Dasco.

Koordinasi tersebut menjadi langkah pemerintah dalam merespons informasi mengenai perekrutan WNI sebagai tentara di luar negeri.

Intelijen Ukraina Sebut 8 WNI Direkrut Rusia

Sebelumnya, Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Sluzhba zovnishn’oyi rozvidky Ukrayiny (SZRU) mengklaim terdapat delapan WNI yang telah direkrut menjadi tentara Rusia.

Intelijen Ukraina juga mengklaim para WNI tersebut berpotensi ditempatkan di garis depan dalam perang dan disebut tidak mendapatkan pelatihan yang memadai.

Melalui situs resminya, intelijen Ukraina merilis delapan nama WNI yang mereka klaim telah direkrut menjadi tentara Rusia.

Delapan nama yang disebut dalam klaim tersebut adalah:

  1. Yuda Putra Pratama, kelahiran 9 Agustus 1997.
  2. Haryanto Dwi Kencana, kelahiran 14 Juli 1983.
  3. Erwanda, kelahiran 5 Agustus 1988.
  4. Ngangun Hudri Fadli, kelahiran 17 September 1978.
  5. Muhammad Syaripudin, kelahiran 3 Agustus 1994.
  6. M Hadi Maulana, kelahiran 7 April 1987.
  7. Wahyu Oktavian Iskandar, kelahiran 22 Oktober 1985.
  8. Helmi Nuraha Hakim, kelahiran 27 Januari 1983.

Daftar tersebut merupakan klaim dari intelijen Ukraina. Karena itu, status dan keberadaan masing-masing WNI tetap memerlukan verifikasi dari otoritas Indonesia.

Sementara itu, pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia telah mengetahui adanya informasi mengenai perekrutan WNI menjadi tentara Rusia.

Pemerintah melalui otoritas terkait kini melakukan koordinasi dan langkah antisipasi agar perekrutan serupa tidak kembali terjadi. Persoalan tersebut juga menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan WNI serta keterlibatan warga negara Indonesia dalam konflik bersenjata di luar negeri.

UZI GI

Komentar