Melon Petik Sendiri di Padaherang Pangandaran Diserbu Warga, Terjual Lebih dari 2 Ton

Berita, Daerah55 Dilihat

PANGANDARAN, GALUH.INFO Kebun melon milik Iwan Setiawan di Dusun Sindangsari, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ramai dikunjungi warga.

Konsep wisata petik melon membuat pengunjung tidak hanya membeli buah, tetapi bisa memilih hingga memetik sendiri melon langsung dari pohonnya.

Sejak pagi, warga terlihat menyusuri lorong tanaman untuk mencari buah melon dengan ukuran dan kualitas yang mereka inginkan. Bahkan, sejumlah pengunjung menandai melon yang masih muda dengan menuliskan nama pada kulit buah yang masih menggantung.

Aktivitas tersebut menarik perhatian warga dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat sekitar hingga pegawai kesehatan dan guru sekolah.

Pengunjung Bisa Petik Melon Sendiri

Di tengah hamparan tanaman melon, sejumlah pengunjung terlihat memotong sendiri tangkai buah yang mereka pilih. Sebagian lainnya membeli melon yang sudah dipanen petani.

Harga melon juga relatif terjangkau. Pengunjung yang membeli secara eceran cukup membayar Rp15.000 per kilogram.

Petani melon, Iwan Setiawan, mengatakan wisata petik melon baru berjalan sekitar enam hari, tetapi respons masyarakat sudah sangat tinggi.

“Alhamdulillah, sekarang sudah memasuki hari keenam. Antusias masyarakat bagus,” ucap Iwan, Jumat (11/9/2026).

Tingginya permintaan membuat Iwan optimistis mengembangkan budidaya melon secara berkelanjutan di Pangandaran.

Ia juga mengajak pembudidaya lain untuk ikut mengembangkan usaha melon karena pasar masih terbuka.

“Ke depannya kita tetap mau kontinyu untuk menanam melon. Siapa tahu ada teman-teman komunitas melon yang mau menanam juga. Pasar masih terbuka lebar. Ayo kita bareng-bareng cari peluang di usaha melon,” ujarnya.

Menurut Iwan, konsep petik langsung membuat hasil panen bergerak cepat. Selama wisata petik melon dibuka, penjualan sudah mencapai lebih dari dua ton.

Viral di Media Sosial

Popularitas kebun melon tersebut tidak hanya berkembang dari warga sekitar. Media sosial ikut memperluas informasi hingga menarik pengunjung dari luar Pangandaran.

Usnandar, warga Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mengaku datang setelah melihat video kebun melon tersebut di media sosial.

“Enam hari ke belakang kan viral, makanya kita penasaran pengen datang ke sini. Alhamdulillah bisa memilih buah melon dan cicipi langsung di kebun,” ucapnya.

Ia mengaku puas setelah datang langsung dan mencicipi melon hasil kebun tersebut.

“Gak penasaran, melonnya juga enak,” katanya.

Iwan mengatakan dirinya belum memiliki akun media sosial sendiri. Informasi mengenai kebunnya justru menyebar setelah warga mengunggah aktivitas petik melon ke media sosial.

“Tahunya dari mulut ke mulut, itu dari medsos. Ada orang sini yang posting di TikTok terus tersebar alhamdulillah kebantu,” ucap Iwan.

Dampaknya cukup besar. Pengunjung tidak lagi datang hanya dari Padaherang dan wilayah Pangandaran, tetapi juga dari Ciamis, Banjar hingga Cilacap, Jawa Tengah.

Iwan bahkan menyebut ada pengunjung yang menghubunginya melalui media sosial untuk memastikan ketersediaan melon sebelum datang.

Warga Sekitar Ikut Mendapat Manfaat

Meningkatnya kunjungan juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.

Iwan melibatkan tetangganya untuk membantu memetik melon dan mengurus kebun. Saat jumlah pengunjung meningkat, warga sekitar juga membantu mengatur area parkir.

“Tetangga saya juga bantu petik dan urus kebun, karena saya tidak kepegang sendiri, berdayakan tetangga,” ucapnya.

Ia berharap perkembangan kebun melon tersebut dapat memperluas pasar hingga seluruh Kabupaten Pangandaran.

Namun, masa panen saat ini tinggal sekitar satu minggu lagi. Karena itu, Iwan mulai menyiapkan bibit baru agar produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Karena masa panen melon itu sebulan sekali, jadi harus disiapkan bibitnya supaya bisa panen tiap bulan,” katanya.

Iwan Buka Pelatihan Menanam Melon

Tidak hanya menjual hasil panen, Iwan juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin belajar menanam melon.

Ia menyediakan pelatihan mulai dari cara menanam hingga merawat tanaman.

“Kami juga siapkan pelatihan apabila ada yang berminat untuk menanam melon di rumah,” kata dia.

Langkah tersebut membuka peluang pengembangan budidaya melon di Pangandaran. Selain meningkatkan produksi pertanian, konsep agrowisata juga mampu mempertemukan petani dengan konsumen secara langsung.

Diskominfo Siapkan WiFi Gratis untuk UMKM

Perkembangan usaha berbasis digital juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui penyediaan jaringan internet gratis bagi pelaku UMKM.

Kepala Bidang Aplikasi, Informatika, dan Persandian (APTIKASAN) Diskominfo Kabupaten Pangandaran, Galih Avomegi, mengatakan pemerintah daerah menyediakan fasilitas WiFi gratis di enam titik yang banyak digunakan pelaku UMKM dan masyarakat.

Enam lokasi tersebut meliputi Foodcourt Alun-alun Parigi, kantong parkir Madasari, Pedestrian Batukaras dan area parkir, Taman Pangandaran Sunset, Masjid Al Jabar Kalipucang dan area UMKM parkirnya, serta Pasar Gimbal Mangunjaya.

“Jadi untuk membantu para pelaku UMKM terhubung langsung. Bisa untuk mereka yang menyediakan QRIS, work from anywhere, transaksi digital, dan juga membantu pelaku usaha bisa jualan online,” ucap Galih.

Untuk wilayah Padaherang, fasilitas internet gratis tersebut belum tersedia. Namun, Diskominfo Pangandaran menyiapkan rencana perluasan titik layanan ke kawasan yang dekat dengan aktivitas pelaku UMKM.

“Untuk wilayah Padaherang memang belum, tapi nanti sedang kami siapkan titik mana yang memang dekat dengan pelaku UMKM di sana,” tutupnya.

fauzi

Komentar