Kisah Deden, Usia 63 Tahun Tetap Berkeliling Pangandaran Mengumpulkan Sampah

Berita, Daerah48 Dilihat

PANGANDARAN, GALUH.INFO — Di tengah aktivitas masyarakat dan wisatawan, seorang pria berusia 63 tahun bernama Deden menjalani pekerjaan sederhana yang memiliki manfaat bagi lingkungan. Selama 12 tahun, ia berkeliling Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menggunakan gerobak tua untuk mengumpulkan botol plastik, kaleng, dan berbagai barang bekas yang masih memiliki nilai jual.

Bagi Deden, pekerjaan tersebut bukan sekadar cara mencari nafkah. Ia juga menjadikannya sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama kawasan pantai yang kerap menghadapi persoalan sampah.

Deden menyebut aktivitas yang dijalaninya sebagai Bank Sampah Independen. Ia mengelola kegiatan itu seorang diri tanpa bergabung dengan kelompok atau lembaga pengelolaan sampah tertentu.

“Bank sampah independen. Sendirian, tidak gabung. Yang penting tujuannya sama, untuk membersihkan lingkungan,” kata Deden saat ditemui di Pangandaran, Selasa (3/11/2026).

Mengandalkan Barang Bekas untuk Bertahan Hidup

Setiap hari, Deden memulai aktivitas dengan mendatangi sejumlah toko yang telah menjadi pelanggan tetapnya. Dari tempat-tempat tersebut, ia mengambil berbagai barang bekas untuk dikumpulkan dan dipilah berdasarkan jenisnya.

Barang yang dikumpulkan cukup beragam, mulai dari botol air mineral, plastik, hingga kaleng bekas. Setelah terkumpul, barang-barang tersebut dijual kepada pengepul agar kembali memiliki nilai ekonomi.

Dari pekerjaan itu, Deden memperoleh penghasilan yang tidak menentu. Harga pembelian sampah plastik dari masyarakat saat ini berkisar Rp2.000 per kilogram.

Dalam kondisi biasa, ia mendapatkan uang sekitar Rp30.000 hingga Rp50.000 sehari. Namun, ketika jumlah barang bekas yang terkumpul lebih banyak, penghasilannya bisa melampaui Rp100.000.

“Ya, paling minimal Rp30.000 sampai Rp50.000. Kalau lagi ramai, bisa sampai Rp100.000 lebih,” tuturnya.

Meski pendapatannya tidak selalu besar, Deden tetap menjalani pekerjaan tersebut. Baginya, mengumpulkan barang bekas menjadi sumber penghidupan sekaligus kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan.

Tak Hanya Mencari Rongsokan, Deden Juga Bersihkan Pantai

Kepedulian Deden terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan mengumpulkan barang bekas yang memiliki nilai jual. Ia juga rutin memungut sampah di kawasan pantai, terutama pada Sabtu dan Minggu.

Ia berusaha memilah sampah yang masih dapat dimanfaatkan atau didaur ulang. Dengan cara tersebut, barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna berpeluang kembali memiliki nilai ekonomi dan tidak langsung berakhir mencemari lingkungan.

Deden mengutamakan kebersihan di sekitar tempat tinggalnya. Selain itu, ia juga membantu warga yang membutuhkan jasa pengangkutan sampah.

Bahkan, sejumlah masyarakat meminta bantuannya untuk mengambil sampah secara rutin. Aktivitas tersebut membuat pekerjaan Deden tidak hanya berkaitan dengan pengumpulan barang bekas, tetapi juga pelayanan sederhana bagi lingkungan sekitar.

Kepedulian yang Berawal dari Langkah Sederhana

Selama 12 tahun menjalani aktivitas tersebut, Deden menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana.

Dengan gerobak tua dan tenaga sendiri, ia berusaha mengurangi sampah yang berserakan sekaligus memanfaatkan kembali barang-barang yang masih bernilai jual.

Di tengah persoalan kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan wisata, aktivitas seperti yang dilakukan Deden menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu.

Kepedulian masyarakat dan kebiasaan memilah sampah juga memiliki peran penting. Meski bergerak secara mandiri, Deden terus menjalankan upayanya dengan satu tujuan: mencari penghidupan sekaligus menjaga lingkungan Pangandaran tetap bersih.

Komentar