CIAMIS, GALUH.INFO – Raden Rafiq Hakim Radinal mengemban amanah sebagai Wawakil Kerajaan Galuh setelah menjalani prosesi pengistrenan di Keraton Selagangga, Sabtu (8/8/2026).
Prosesi tersebut mempertemukan berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap sejarah, adat, tradisi, dan kebudayaan Tatar Galuh.
Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis (DKCC) menyambut kehadiran Raden Rafiq sebagai bagian dari dinamika kebudayaan di Kabupaten Ciamis.
DKCC melihat posisi Wawakil Kerajaan Galuh dapat membuka ruang kolaborasi baru untuk memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Galuh kepada masyarakat.
Ketua DKCC, Dr. H. Yat Rospia Brata, M.Si., menilai Raden Rafiq dapat membawa energi baru bagi upaya pelestarian sejarah dan budaya Galuh, terutama dalam membangun ketertarikan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.
DKCC dan Kerajaan Galuh Memiliki Peran Berbeda
Yat menjelaskan DKCC dan Wawakil Kerajaan Galuh menjalankan fungsi yang berbeda. DKCC menjalankan tugas pemajuan kebudayaan melalui kerangka kelembagaan, sedangkan Wawakil Kerajaan Galuh memiliki keterkaitan dengan nasab, sejarah, adat, dan tradisi kerajaan.
Menurut Yat, perbedaan fungsi tersebut justru dapat memperkuat ekosistem kebudayaan apabila kedua pihak membangun komunikasi dan membagi peran secara proporsional.
“Dewan kebudayaan itu sifatnya formal melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017. Beliau ini urusannya nasab dan tradisi. Jadi saya kira justru bisa saling menguatkan,” ujar Yat.
Yat menegaskan Raden Rafiq tidak perlu mengambil alih tugas DKCC. Sebaliknya, DKCC dapat menggandeng Wawakil Kerajaan Galuh dalam kegiatan yang berkaitan dengan sejarah, adat, tradisi, dan kebudayaan Galuh.
“Bukan berarti sekarang jadi Wawaki Kerajaan Galuh kemudian semuanya digerakkan oleh beliau. Ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya sakral secara umum, kemudian beliau juga bisa menjadi pendukung,” kata Yat.
Ia mendorong DKCC dan Wawakil Kerajaan Galuh duduk bersama untuk menentukan bentuk kerja sama yang sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Keraton Selagangga Terbuka untuk Masyarakat
Yat juga mengapresiasi keterbukaan Raden Rafiq dalam mengembangkan kawasan Keraton Selagangga sebagai ruang yang dapat masyarakat manfaatkan untuk berbagai kegiatan positif.
Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan kawasan tersebut tidak hanya untuk kegiatan adat dan kebudayaan, tetapi juga untuk aktivitas sosial dan keagamaan.
“Beliau sangat terbuka. Kemarin saya bicara dengan beliau, termasuk ruang ini akan dipermanenkan. Bahkan beliau mengatakan, tidak hanya untuk acara budaya, kalau Idulfitri juga silakan dipakai,” ungkap Yat.
Yat menilai keterbukaan tersebut dapat mempererat hubungan antara Kerajaan Galuh dan masyarakat. Masyarakat juga dapat mengenal ruang budaya secara lebih dekat melalui berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan Keraton Selagangga.
DKCC Dorong Program Budaya yang Lebih Konkret
DKCC berharap prosesi pengistrenan Raden Rafiq tidak berhenti pada agenda adat dan seremoni. Yat mendorong seluruh pihak menjadikan momentum tersebut sebagai awal kolaborasi yang menghasilkan program konkret.
DKCC ingin mempertemukan Kerajaan Galuh, Pemerintah Kabupaten Ciamis, seniman, budayawan, komunitas, dan masyarakat untuk menyusun agenda kebudayaan secara bersama.
“Yang penting ke depan kita duduk bersama, menyusun program, kemudian melihat bagian mana yang bisa dikerjakan bersama,” tuturnya.
Menurut Yat, kolaborasi tersebut dapat menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Program tersebut juga dapat menjadi media untuk mengenalkan sejarah dan kebudayaan Galuh kepada generasi muda.
Wawakil Kerajaan Galuh Perkuat Ekosistem Budaya Ciamis
Yat menilai kehadiran Wawakil Kerajaan Galuh dapat memperluas jaringan kebudayaan di Kabupaten Ciamis. Posisi tersebut juga dapat menghubungkan warisan sejarah Galuh dengan berbagai gerakan pemajuan kebudayaan yang melibatkan pemerintah, DKCC, seniman, budayawan, komunitas, dan masyarakat.
“Kalau semua bisa berjalan bersama, saya kira akan semakin kuat. Kerajaan Galuh memiliki ruangnya, Dewan Kebudayaan juga memiliki tugasnya, pemerintah punya perannya, begitu juga para seniman, budayawan dan masyarakat,” pungkas Yat.
DKCC berharap seluruh unsur tersebut membangun kerja sama berkelanjutan. Kolaborasi yang konsisten dapat menjaga identitas budaya Ciamis sekaligus memperkenalkan kembali nilai-nilai sejarah Galuh kepada generasi muda.
Kehadiran Raden Rafiq sebagai Wawakil Kerajaan Galuh pun dapat menjadi momentum untuk memperluas ruang dialog kebudayaan. Dengan pembagian peran yang jelas dan komunikasi yang terbuka, Kerajaan Galuh, DKCC, pemerintah, serta masyarakat dapat bersama-sama menghidupkan kembali nilai sejarah dan budaya Galuh dalam kehidupan masyarakat Ciamis.
fauzi














Komentar