SKNC 2026 Pekalongan Viral, MUI Soroti Aksi Teatrikal Bernuansa Satanik

Berita, Nasional17 Dilihat

PEKALONGAN, GALUH.INFO Video penampilan salah satu tim dalam Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, viral di media sosial. Sejumlah visual dan aksi teatrikal dalam karnaval tersebut memicu kontroversi karena warganet mengaitkannya dengan dugaan ritual satanik.

SKNC 2026 berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, penampilan salah satu peserta justru menuai sorotan setelah video yang menampilkan sejumlah properti dan simbol bernuansa horor beredar luas di media sosial.

Kontroversi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI menilai sejumlah atraksi dalam karnaval tidak sejalan dengan esensi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

MUI Soroti Konsep Karnaval

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyampaikan pandangannya terkait kontroversi tersebut kepada awak media pada Senin, 14 September 2026.

Ia menilai konsep pertunjukan yang menonjolkan visual horor dan simbol yang dikaitkan dengan satanisme berpotensi mengaburkan nilai spiritual peringatan Maulid Nabi.

“Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata KH M Cholil Nafis.

Ia juga menyoroti penggunaan konsep visual yang menurutnya menyimpang dari semangat peringatan Maulid.

“Konsep karnaval yang menampilkan visualisasi horor dan menyimpang membuat makna spiritual perayaan maulid Nabi menjadi hilang,” sambungnya.

Kostum Iblis hingga Simbol Pentagram

Video yang beredar memperlihatkan sejumlah talent menggunakan kostum yang disebut menyerupai sosok iblis. Mereka juga membawa properti berupa kitab dengan simbol mata satu dan obor.

Selain itu, video tersebut menampilkan simbol pentagram terbalik yang oleh sebagian masyarakat kerap mengaitkannya dengan simbol satanisme.

Salah satu adegan yang paling banyak mendapat perhatian memperlihatkan aksi teatrikal berupa penyembelihan seekor kambing di tengah rangkaian pertunjukan.

Cholil Nafis menilai adegan tersebut tidak sesuai dengan nilai yang seharusnya muncul dalam peringatan Maulid Nabi.

“Kambing tersebut dipotong secara tidak wajar hingga kepalanya terlepas dan darahnya berceceran di lantai arena pertunjukan. Penyembelihan dengan cara yang tampak tidak beradab dan dijadikan tontonan horor sangat menyimpang dan bertentangan dengan syariat,” jelasnya.

Ia kemudian menegaskan bahwa konsep tersebut bukan bagian dari ajaran Rasulullah.

“Itu bukan ajaran Rasulullah. Jangan menyimpang,” tegasnya.

Pemkab Pekalongan Siapkan Klarifikasi

Pemerintah Kabupaten Pekalongan merespons kontroversi tersebut dengan menyiapkan langkah klarifikasi terhadap panitia SKNC 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, mengatakan pemerintah daerah akan mengundang panitia untuk menjelaskan rangkaian kegiatan dan konsep pertunjukan yang kemudian viral di media sosial.

“Dalam jangka waktu dekat ini, kami akan mengundang panitia SKNC, untuk dilakukan klarifikasi sebenarnya apa yang terjadi di sana,” kata M Yulian Akbar kepada awak media, Senin, 14 September 2026.

Pemkab Pekalongan ingin memperoleh penjelasan secara utuh sebelum mengambil sikap lebih lanjut.

“Kita akan klarifikasi sejelas-jelasnya. Nanti setelah klarifikasi, kami dengan panitia baru akan memberikan komentar lebih lanjut. Kami akan koordinasi dengan MUI juga,” tandasnya.

Kontroversi SKNC 2026 kini menunggu penjelasan resmi dari pihak penyelenggara. Klarifikasi tersebut menjadi penting untuk menjelaskan konsep pertunjukan, penggunaan berbagai simbol, serta konteks aksi teatrikal yang memicu sorotan publik.

Dengan demikian, penilaian mengenai dugaan ritual satanik dalam kegiatan tersebut masih memerlukan penjelasan langsung dari panitia dan pihak terkait.

fauzi

Komentar