Viral Kontroversi LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi Penilaian Juri

Respons Juri dan MC dalam LCC 4 Pilar Kalbar Tuai Sorotan Warganet

Berita, Nasional50 Dilihat

GLAUH.INFO— Kontroversi penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI Kalimantan Barat viral di media sosial setelah SMAN 1 Pontianak menyampaikan tuntutan klarifikasi kepada dewan juri.

Pihak sekolah menilai jawaban tim dari SMAN 1 Pontianak memiliki substansi yang sama dengan jawaban peserta dari SMAN 1 Sambas dalam pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Namun, dewan juri memberikan nilai minus lima kepada SMAN 1 Pontianak, sementara SMAN 1 Sambas memperoleh nilai penuh 10 poin.

Dalam poin tuntutan klarifikasi, pihak sekolah menyoroti fokus dan objektivitas dewan juri saat memberikan penilaian selama perlombaan berlangsung.

Kronologi Kontroversi Penilaian LCC 4 Pilar MPR RI

Kontroversi bermula ketika tim C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota BPK.

Salah satu siswa menyampaikan bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan presiden.

Meski sudah memberikan jawaban tersebut, dewan juri tetap memberikan nilai minus lima kepada tim SMAN 1 Pontianak.

Setelah itu, juri melempar pertanyaan yang sama kepada grup lain. Tim dari SMAN 1 Sambas kemudian memberikan jawaban dengan substansi serupa.

Dewan juri akhirnya memberikan nilai 10 untuk jawaban dari SMAN 1 Sambas dan menyebut inti jawaban sudah benar.

Tim SMAN 1 Pontianak Langsung Ajukan Protes

Tim dari SMAN 1 Pontianak langsung menyampaikan protes kepada dewan juri karena merasa sudah memberikan jawaban yang sama.

Salah satu peserta meminta dewan juri mempertimbangkan kembali penilaian tersebut. Ia juga meminta penonton di studio memperhatikan bahwa timnya telah menyebut unsur DPD dalam jawaban mereka.

Momen protes tersebut kemudian viral di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan publik mengenai objektivitas penilaian lomba.

Respons Juri dan MC Picu Kritik Warganet

Warganet semakin menyoroti sikap juri dan pembawa acara setelah keduanya mempertahankan keputusan tanpa melakukan pengecekan ulang tayangan jawaban peserta.

Salah satu juri, Dyastasita Widya Budi, menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan dewan juri.

Sementara itu, MC lomba meminta peserta menerima keputusan juri karena dewan juri dianggap sudah kompeten dan teliti dalam mendengarkan jawaban peserta.

Juri lainnya, Indri Wahyuni, juga menegaskan pentingnya artikulasi yang jelas saat menjawab pertanyaan.

Menurutnya, peserta harus menyampaikan jawaban dengan pelafalan yang tegas agar dewan juri dapat mendengar setiap poin jawaban secara jelas.

Akun Resmi MPR RI Dipenuhi Komentar Warganet

Warganet langsung membanjiri akun Instagram resmi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dengan berbagai komentar setelah video kontroversi tersebut viral.

Dalam unggahan mengenai jadwal LCC 4 Pilar, ribuan pengguna media sosial mempertanyakan objektivitas penilaian dewan juri.

Sebagian besar komentar menyoroti kesamaan substansi jawaban antara SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.

Warganet juga kritik respons MC dan juri yang dinilai tidak bijak saat menghadapi protes peserta di hadapan publik.

Hingga artikel ini terbit, pihak juri, pembawa acara, maupun penyelenggara lomba belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi tersebut.

fauzi

Komentar