Karhutla Gunung Bromo Meluas, Pengunjung Kafe Bromo Hillside Panik

Berita, Daerah59 Dilihat

MALANG, GALUH.INFO Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, meluas hingga kawasan Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Kobaran api yang bergerak cepat akibat tiupan angin membuat warga dan wisatawan di sekitar kawasan Jemplang meningkatkan kewaspadaan.

Situasi tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial. Video itu memperlihatkan kepanikan pengunjung saat asap tebal mulai masuk ke area Cafe 360 Bromo Hillside pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Asap Tebal Masuk ke Area Kafe

Dalam video yang diunggah akun Threads @berryminor, pengunjung terlihat berusaha keluar dari area kafe ketika asap mulai mengepung kawasan tersebut.

Kabut asap tampak masuk dari beberapa sisi bangunan. Semburat cahaya oranye dari kobaran api juga terlihat dari arah tebing di sekitar kafe.

Perekam video terdengar panik saat melihat kondisi tersebut.

“Ya Allah, aduh mbak, mbak. Tolong,” teriak perekam video.

Pemilik akun kemudian mengingatkan masyarakat yang berada di sekitar kawasan Jemplang dan Ngadas agar meningkatkan kewaspadaan.

“Buat kalian yang sedang berada di sekitar kawasan Jemplang dan Ngadas, harap lebih waspada dan utamakan keselamatan,” tulisnya.

Angin Kencang Percepat Penyebaran Api

Api sebelumnya membakar vegetasi kering di kawasan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu sore.

Tiupan angin kencang kemudian membuat api cepat merembet ke kawasan savana Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies hingga menuju Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Kondisi angin juga memunculkan pusaran debu bercampur asap atau dust devil di area yang terbakar.

Video lain yang beredar menunjukkan kobaran api di kawasan Jemplang nyaris mencapai akses jalan utama yang menghubungkan Ngadas dan Ranupani.

Petugas sempat melakukan upaya pemadaman. Namun, api kembali muncul setelah angin bertiup kencang.

Kapolsek Sukapura, Probolinggo, Iptu Djuwantoro Setyowadi, mengatakan kondisi angin ikut mempercepat munculnya kembali api.

“Begitu kita tinggal, kita bergeser, ternyata api muncul lagi karena memang pada saat malam itu ada sedikit angin yang kencang, sehingga membantu percepatan untuk munculnya api,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).

Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Meluasnya kebakaran membuat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menutup seluruh akses kunjungan wisata Gunung Bromo mulai Sabtu (12/9/2026).

BBTNBTS menyatakan penutupan berlaku sampai batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut.

“Sehubungan dengan semakin meluasnya kebakaran hutan di kawasan Bromo, kunjungan wisata Gunung Bromo ditutup total mulai 12 September 2026 sampai dengan batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut,” demikian keterangan resmi BBTNBTS.

Kepala BBTNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan kondisi musim kemarau membuat vegetasi, terutama rerumputan, berada dalam kondisi kering sehingga lebih mudah terbakar.

Selain itu, potensi angin kencang dapat mempercepat penyebaran api. Asap yang semakin tebal juga berpotensi mengganggu jarak pandang dan mobilitas di kawasan tersebut.

BBTNBTS mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan untuk menjauhi kawasan terdampak kebakaran. Langkah tersebut diperlukan agar proses pemadaman berjalan lebih mudah dan aman.

Masyarakat juga diminta menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan kondisi kawasan Gunung Bromo dan pembukaan kembali akses wisata.

uzi

Komentar